RILIS.ID Situs Berita Politik Indonesia Menyajikan Berita Politik Terkini dan Terbaru Seputar Peristiwa Politik Nasional, Dunia, Daerah, Elektoral, Inspirasi, Bisnis, Muda, Trend dan Ragam

BERITA PILIHAN

Minggu, 15/09/2019 11.22
Xanana Gusmao Kenang Jasa BJ Habibie dalam Pembebasan Timor Leste
Presiden pertama sekaligus tokoh kemerdekaan Timor Leste, Xanana Gusmao, mengenang pesan almarhum Presiden RI ke-3 Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie bagi pembangunan Timor Leste setelah wilayah itu berpisah dari Indonesia pada 1999. Menurut Xanana, BJ Habibie adalah tokoh yang sangat peduli dengan masa depan Timor Leste, salah satunya lewat pesannya untuk memperhatikan sumber daya manusia (SDM) agar bisa menguasai teknologi.  “Saya terharu sekali dengan pemikiran kakak saya. Beliau bilang, ‘Xanana, menurut saya kalian harus memperhatikan pendidikan dan di zaman sekarang ini lebih memfokuskan pada teknologi dan sains,’” kata Xanana menirukan ucapan Habibie usai melayat ke kediamannya di Patra Kuningan, Jakarta, Sabtu (14/9/2019) malam. Untuk selalu mengingat pesan dan jasa Habibie itu, Xanana menyebut bahwa ada simbol sains dan teknologi yang dicetak di salah satu bagian Jembatan Habibie di Kota Dili. “Pada Jembatan Habibie di Dili, di situ ada satu simbol teknologi untuk memberitahu bahwa Habibie adalah seorang yang demokratis dan bapak teknologi,” ujarnya. Setelah menemui kedua putra Habibie untuk menyampaikan belasungkawa dan duka cita, Xanana pun menceritakan pengalaman serta kontak dirinya dan Habibie yang saat itu menjabat sebagai Presiden RI di masa-masa jelang referendum Timor Leste pada 1999. Saat itu, Xanana masih menjadi tahanan politik di era Presiden RI ke-2 Soeharto, yang dipenjara di Cipinang sejak 1992 hingga akhirnya dibebaskan pada 1999 di masa Presiden BJ Habibie. “Tahun ‘99 saya 'warga negara' Cipinang... Waktu beliau (Habibie) bilang kasih kepada rakyat Timor Leste hak untuk memilih. Mau pecah itu, saya mau pecah. Saya teriak, itu 'security-security' di penjara lihat, ‘Ada apa? Ada apa?’ Saya sakit di sini," ujar Xanana sambil menunjuk dadanya. Kegembiraannya yang membuncah karena mendengar kabar itu membuat dada Xanana terasa sesak sebab perjuangannya sejak tahun 1980-an untuk meminta referendum bagi rakyat Timor Leste untuk menentukan nasib sendiri akhirnya tercapai. “Karena tahun ‘83 saya sudah kasih ‘peace plan’, tapi 16 tahun kemudian,1999 baru bisa terjadi dan Pak Habibie adalah seorang aktor penentu di situ,” kata dia. Setelah itu, Xanana pun dibebaskan oleh Habibie, kemudian referendum dilaksanakan pada 30 Agustus 1999 dengan hasil  mayoritas suara rakyat Timor Leste memilih berpisah dari Republik Indonesia. Tidak hanya sebagai tokoh yang berjasa bagi Timor Leste, bagi Xanana pribadi, Habibie adalah seorang kawan lama yang kepergiannya pada Rabu (11/9) meninggalkan duka mendalam. “Saya tidak akan lupakan pertemuan kami terakhir, karena saya merasa bisa bahasa Arab, Habibie artinya mencintai dan dicintai,” kata Xanana.


RAGAM

Jumat, 13/09/2019 19.41
Membanggakan, Desainer Lampung Ida Giriz Diundang Tampil di Bratislava Fashion Week

Desainer Lampung Ida Giriz diundang tampil dalam ajang Bratislava Fashion Week di Slowakia, pada 17 September 2019 mendatang.

Selain Ida Giriz, Indonesia juga mengirimkan lima desainer dalam pagelaran busana tersebut. Di antaranya Rudy Chandra dengan menampilkan Batik Parang Jawa Barat, Malik Moestaram (Batik Modern Jawa Barat), Ariey Arka (Ulos Tapanuli Utara), Mardan (Batik Organik Aceh) dan Nita Seno Adjie (Beautiful Sumba).

Keenam desainer Indonesia tersebut juga akan tampil pada peragaan busana di Beograd, Serbia, pada 20 September mendatang.

Ida Giriz mengatakan dirinya akan mengusung tema Muli (Perempuan) Lampung dengan menampilkan sepuluh busana berbahan baku Tapis, renda dan tenun.

“Pada Bratislava Fashion Week, kami akan membawa bendera Indonesia. Saya sendiri mewakili Lampung,” katanya kepada Rilislampung.id, Jumat (13/9/2019).

Pada kesempatan tersebut, Ida akan mempromosikan Tapis Lampung di kancah internasional. Karena menurutnya, Tapis merupakan karya seni yang tergolong indah karena berbahan baku kain tenun.

“Kalau kain tenun ada di daerah-daerah lain, namun Tapis hanya ada di Lampung. Tapis dahulu kala digunakan pada saat resepsi anak-anak raja dan pesta adat,” ujarnya.

Sesuai dengan perkembangan zaman, lanjut Ida, banyak yang sudah menggunakan Tapis menjadi pakaian sehari-hari dan pesta pernikahan. Tidak melulu hanya dipakai saat pesta adat.

“Dan saya mencoba merubah kain Tapis yang keras menjadi lembut, enak digunakan, menjadi sebuah gaun yang layak dan nyaman serta elegan ketika digunakan pada saat party maupun acara pernikahan,” terangnya.

Di Bratislava, Ida berencana menampilkan sepuluh gaun untuk party berbahan baku Tapis dan tenun.

“Namun, saya tidak pakai manik-manik karena melihat tempat dan kegemaran daripada warga di Eropa yang terkenal simpel dan enak digunakan,” tuturnya.

Sedangkan di Serbia, Ida akan memperagakan tujuh busana dengan motif berbeda-beda.

“Harapannya, busana Tapis Lampung tidak hanya dikenal di negara-negara Asean, tapi juga dikenal dan berkibar di Eropa. Mohon doanya ya, terima kasih,” pungkasnya. (*)

Kamis, 12/09/2019 21.10
Universitas Saburai Jalin Kerjasama dengan Lima PT Luar Negeri
Humaniora
Selasa, 10/09/2019 17.59
Laptop-PC Anda Lemot? Jangan Emosi, Ini Solusinya!
Humaniora

KRAKATAU

Senin, 02/09/2019 21.50
Ditolak Warga, Kapal Penambang Pasir Gunung Anak Krakatau Sandar di Bakauheni

PT Lautan Indonesia Persada (LIP) harus menunda rencananya mengeruk pasir Gunung Anak Krakatau (GAK).

Sebab, meski perusahaan ini sudah mengantong izin dari Pemprov Lampung sejak 2015, aktivitas yang akan mereka lakukan menuai penolakan dari warga Pulau Sebesi, Lampung Selatan (Lamsel).

Pada Kamis (29/8/2019), warga mendesak kapal tongkang milik perusahaan tersebut untuk menghentikan aktivitasnya mengeruk pasir GAK yang mengandung besi itu.

Informasi yang didapat Rilislampung.id, kapal tongkang milik PT LIP bernomor lambung TSHB Mekar 501 itu telah bersandar di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan.   

Informasi ini dibenarkan Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Bakauheni Iwan Syahrial. Menurut dia, pihaknya sudah mengecek prosedural pelayaran kapal tersebut dan hasilnya memang sudah memenuhi syarat izin berlayar.

”Tapi secara perizinan yang lain kami tidak paham. Yang jelas, kapal itu sekarang ada di sini, karena ada ketidak cocokan antara masyarakat Pulau Sebesi dan pengusaha yang akan melakukan aktifitasnya,” ujarnya kepada Rilislampung.id, melalui sambungan telepon, Senin (2/9/2019).

Iwan mengaku tidak tahu apakah PT LIP sudah mengantongi surat izin usaha pekerjaan bawah air yang diterbitkan Ditjen Perhubungan Laut (Hubla), Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Menurutnya, hal terssebut bukan kewenangannya.

”Kalau soal izin ke kementerian dan sebagainya, kami tidak paham. Yang jelas, kapal itu di sini bukan ditahan KSOP, hanya izin bersandar saja,” ucapnya.

Terpisah, Direktur Walhi Bandarlampung Irfan Tri Musti mengatakan, izin yang dikantongi PT LIP hanya dari pemprov saja. Sedangkan dari Ditjen Hubla Kemenhub belum ada.

”Izin usaha bawah air harus ada juga. Ditjen Hubla yang menerbitkan. Nah, itu belum PT LIP kantongi,” ujarnya kepada Rilislampung.id melalui sambungan telepon, Senin (2/9/2019).

Irfan memastikan akan terus memantau aktivitas PT LIP agar tidak menambang pasir GAK.

”Saat ini kami awasi pergerakannya. Tim sudah disiagakan untuk stand bye di Pulau Sebesi agar bisa mengawal perjuangan masyarakat yang menolak aktivitas PT LIP,” pungkasnya.

Sayang, Direktur PT LIP Stefen belum berhasil dikonfirmasi terkait hal ini. Telepon selularnya dalam kondisi tidak aktif saat dihubungi.(*)

Kamis, 27/06/2019 21.24
FK Digelar Agustus, Peserta Dilarang Mendekati Krakatau
Krakatau
Sabtu, 19/01/2019 19.32
Pascatsunami, Warga Pulau Sebesi Mulai Beraktivitas
Krakatau

BISNIS

Rabu, 11/09/2019 12.51
Apank Cafe, Hangout Santai dengan Live M

Kafe menjadi pilihan yang paling banyak dikunjungi untuk menghabiskan waktu bersama rekan dan keluarga. Suasana santai dan nyaman dengan menu beragam makanan dan minuman ringan, menjadikan kafe sebagai tempat hangout  yang pas.

Apalagi, jika di kafe itu juga ada suguhan live music. Wah, makin betah saja untuk berlama-lama.

Seperti ditawarkan Apank Café di Jalan P. Senopati No.45, Karangsari, Jatiagung, Lampung Selatan ini. Memang, tempatnya di luar kota Bandarlampung. Tapi jangan khawatir kejauhan. Sebab, untuk menuju Apank Café  hanya butuh sekitar 15 menit dari Jalan Ratu Dibalau, Tanjungsenang.

Apank Café menyajikan menu-menu lezat yang menggugah selera, seperti ketan susu, nasi bakar teri, nasi uduk, ayam geprek, pisang nugget, dan lainnya. Untuk minuman, tersedia beragam minuman ringan dan jus.

Bagaimana dengan harganya? Jangan khawatir! Eka, Owner Apank Café menjamin untuk harga sangat ramah di kantong.

“Pokoknya untuk harga ramah lingkungan deh, eh.. ramah di kantong maksudnya,” ujarnya sambil bercanda.

Nah menariknya lagi, Apank Café juga menyuguhkan Live Music. Jadi kafe ini pas sekali bagi yang hobi bernyanyi.

Makanya, kalau ingin tahu bagaimana suasana hangout di kafe ini, yuk kunjungi Apank Café.

“Kami buka tiap hari. Buka pukul 16.00-23.30 Wib,” tutup Eka.(*)





2019 | WWW.RILIS.ID