RILIS.ID Situs Berita Politik Indonesia Menyajikan Berita Politik Terkini dan Terbaru Seputar Peristiwa Politik Nasional, Dunia, Daerah, Elektoral, Inspirasi, Bisnis, Muda, Trend dan Ragam
qoute rilis

BERITA PILIHAN



RAGAM

Rabu, 25/04/2018 17.00
Anak Tersandung Narkoba, Kepala BNN: Jangan Disingkirkan

Komisaris Jenderal (Komjen) Heru Winarko melakukan temu kangen sekaligus melakukan kunjungan kerja pertamanya setelah dilantik sebagai Kepala BNN beberapa waktu lalu. Kunker Kepala BNN ini dimulai sejak Selasa (24/4/2018) sampai hari ini.

Setelah mengkampanyekan larangan dan bahaya narkoba kepada mahasiswa di Universitas Bandar Lampung (UBL), Kepala BNN juga melakukan sosialisasi serupa untuk pelajar SD melalui story telling atau teknik penyampaian pesan melalui cerita.

BNN mengisahkan tentang bahaya mengkonsumsi narkoba dengan serial animasi Adit Sopo Jarwo dan artis ibukota, Helsi Herlinda. Cerita berjudul “Kakak Ku Sayang Kakak Ku Malang”.

"Untuk anak-anak jauhi dan jangan coba-coba mendekati narkoba. Apalagi sekarang ada narkoba yang berbentuk permen. Setop dan jauhi narkoba," kata Heru saat acara Salam Pagi bersama Kepala BNN di GOR Saburai, Enggal, Bandarlampung, Rabu (25/4/2018).

Mantan Kapolda Lampung ini menekankan orang tua agar selalu mengawasi anak-anaknya untuk tidak mendekati apalagi sampai mengonsumsi barang haram tersebut.

“Kita harus memperhatikan anak-anak kita, jangan sampai anak-anak kita mendekati narkoba. Jika anak kita sudah terjerumus jangan pernah anak itu disingkirkan, harus tetap diperhatikan. Lalu, segera laporkan ke pihak BNN. Jika sebagai pengguna akan dilakukan rehabilitasi," terangnya.

Sementara Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemprov Lampung Hery Suliyanto berpesan agar anak-anak yang ingin menggapai cita-cita jangan pernah mencoba menyentuh narkoba.

“Jika ingin menjadi Gubernur, Menteri bahkan Presiden sekalipun, anak-anakku harus jauh dari narkoba. Mudah-mudahan anak-anak di Provinsi Lampung semuanya jauh dari narkoba,” ujarnya. (*)

Senin, 23/04/2018 22.08
Lomba Tari Kreasi Lampung, SMKN 8 Sabet Tempat Kedua
Humaniora
Senin, 23/04/2018 21.21
Hederus, Sang Penyelamat Hutan Adat Repong Damar Mata Kucing 
Humaniora

KRAKATAU

Senin, 26/03/2018 13.48
BKSDA Tolak Tur Krakatau Diadakan, Dispar Meradang

Kepala Seksi Konservasi Wilayah 3 Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Lampung Saturnino meminta tahun ini tidak lagi diadakan tur ke Gunung Anak Krakatau (GAK).

Penegasannya itu ia dasarkan pada Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 85/kpts-II/1990 tertanggal 26 Februari 1990 tentang Penunjukan Pulau Anak Krakatau Sebagai Cagar Alam.

Menurut Saturnino dari dulu, pihaknya sudah menyampaikan kepada Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Pariwisata (Dispar). ”Bahwa kegiatan tur Krakatau dilarang karena itu bukan kawasan wisata melainkan cagar alam. Namun Pemprov mengabaikan pesan kita," tandasnya kepada 
rilislampung.id saat dihubungi, Senin (26/3/2018)

Dia mengingatkan GAK bukan tempat wisata yang bisa sembarangan dimasuki. Melainkan kawasan konservasi dan edukasi. 

Jika Pemprov Lampung bersikeras, ia mempersilahkan mereka mengajukan izin langsung ke Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup di Jakarta. 

”Sementara hasil pengamatan dan analisis data visual maupun instrumental Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) hingga saat ini tingkat aktivitas GAK masih tetap level II (Waspada),” paparnya.

Terpisah, Kabid Pelaksanaan dan Pemasaran Dispar Arif Subarno mengaku belum tahu soal larangan itu. Namun ia membenarkan adanya rencana menyelenggarakan Festival Krakatau tahun ini. Termasuk di dalamnya tur ke GAK.

"Acara ini kan sudah tahunan, yang sudah berjalan selama 23 tahun, kenapa (tur Krakatau) harus dilarang," kesalnya mewakili Kadispar Budiarto. Dia memastikan tur Krakatau sudah sesuai aturan pemerintah pusat.

Kendati demikian pihaknya tetap berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan apakah tur Krakatau diizinkan atau tidak. "Insya Allah akan segera kita ajukan surat izinnya," tegasnya. (*)

Minggu, 25/03/2018 23.17
Ledakan Krakatau yang Membuat Dunia seolah Kiamat
Krakatau
Rabu, 07/02/2018 15.46
Terinspirasi Kapal Belanda yang Terhempas Letusan Krakatau
Krakatau

BISNIS

Selasa, 24/04/2018 22.21
Kepala BKP Apresiasi Kemitraan PT GGP de

Kepala Badan Karantina Pertanian (BKP) Kementerian Pertanian, Banun Harpini, mengapresiasi bentuk kemitraan Kelompok Tani Tani Hijau Makmur dengan PT Great Giant Pinneapple (PT GGP). Pola tersebut sukses mengantarkan pisang Mas asal Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, masuk ke pasar ekspor.

“Saya menilai bentuk kemitraan ini sangat strategis dalam rangka pemantapan pembangunan hotrikutura di tingkat petani,” kata Banun saat melepas ekspor perdana pisang Mas ke pasar buah Tiongkok di Desa Sumbermulyo, Sumberrejo, Tanggamus, Selasa (24/4/2018).

Sesuai arahan Menteri Pertanian, lanjut Banun, upaya peningkatan pendapatan petani dan negara melalui ekspor berbagai komoditas strategis harus diprioritaskan.(Baca: Perdana, Pisang Mas Tanggamus Masuki Pasar Ekspor)

Jajaran BKP juga berperan aktif mendorong akselerasi ekspor melalui diplomasi harmonisasi peraturan perkarantinaan di negara-negara tujuan ekspor, memberikan layanan inline inspection, pelayanan sertifikasi jaminan kesehatan tumbuhan (Phytosanitary Certificate/PC), dan memfasilitasi sarana kegiatan ekspor produk pertanian.

“Untuk komoditas ekspor baru, pisang Mas Tanggamus ini secara teknis diberikan pendampingan agar standar mutu pisang dapat memenuhi persyaratan karantina negara tujuan melalui penetapan instalasi karantina tumbuhan yang dikhususkan untuk eskpor komoditas buah pisang segar,” papar Banun.

Menurut dia, keberadaan instalasi karantina tumbuhan memberikan kemudahan serta mendorong percepatan ekspor komoditas pisang. “Di mana kegiatan ekspor dapat langsung dilakukan di kebun atau farm tanpa mengabaikan persyaratan yang diminta oleh negara tujuan,” terangnya.

Direktur Urusan Hubungan Pemerintahan PT GGP, Welly Sugiono, mengharapkan terjadi peningkatan produksi dari 137 ton tahun 2017 dan naik bertahan hingga 20.000 ton di tahun 2020.

Dia menyatakan bahwa luas lahan pisang Mas Tanggamus yang dikelola secara kemitraan mencapai 210 ha. Pihaknya akan terus meningkatkan menjadi 300 ha pada tahun ini. Seluas 600 ha pada tahun depan, dan 1.000 ha pada tahun 2020.

“Saat ini, produksi masih untuk pasar domestik dan terus dialokasikan hingga 75 persen pisang Mas Tanggamus ini untuk ekspor, agar petani mendapat nilai tambah,” kata tambah Welly.

Sebelumnya, PT GGP juga sukses mengantarkan pisang Cavendish memasuki pasar ekspor di empat negara. Berdasarkan data PT GGP, ekspor pisang Cavendish asal Provinsi Lampung berjumlah 14.757 ton pada tahun lalu. “Dan triwulan pertama tahun ini sebanyak 5.581 ton,” ujarnya. (*)

No Tanggal Acara
1 Selasa, 19 Desember 2017 IRUP pada Upacara Bela Negara Ke-69 Tahun 2017
2 Selasa, 19 Desember 2017 Membuka acara Refleksi Tahunan Unit Pemberantasan Pungli (UPPL) Provinsi DKI Jakarta
3 Selasa, 19 Desember 2017 Meresmikan Masjid Nurul Jihad dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
4 Selasa, 19 Desember 2017 Memberikan sambutan pada acara "Tulus Live at CNR Garden"
Lihat selengkapnya....