14 Tahun Dipersulit, PMI di Yordania Dipulangkan ke Lampung Timur - RILIS.ID
14 Tahun Dipersulit, PMI di Yordania Dipulangkan ke Lampung Timur
[email protected]
Selasa | 25/09/2018 12.45 WIB
14 Tahun Dipersulit, PMI di Yordania Dipulangkan ke Lampung Timur
PMI bernama Sarisih Harjo Pawiro kini bisa berkumpula bersama keluarganya di Lampung Timur. FOTO: Humas BP3TKI Lampung

RILIS.ID, Bandarlampung – Setelah mengalami kesulitan untuk pulang ke tanah air, Pekerja Migran Indonesia (PMI), Sarisih Harjo Pawiro akhirnya bisa kembali berkumpul bersama keluarga di kampung halamannya Desa Sumbersari, Kecamatan Sekampung, Kabupaten Lampung Timur.

Kepala Seksi Pelindungan dan Pemberdayaan BP3TKI Lampung, Waydinsyah mengatakan pemulangan Sarisih difasilitasi oleh Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) dari Yordania hingga tiba di Jakarta, Minggu (23/9/2018) pukul 15.40 Wib.

Keesokannya, Senin (24/9/2018), PMI itu langsung diberangkatkan dari Bandara Halim Perdanakusuma menuju Bandara Radin Inten II, Branti, Kabupaten Lampung Selatan dan tiba pukul 11.10.

Selanjutnya, langsung diantar ke kediamannya di Kabupaten Lampung Timur dengan difasilitasi oleh BP3TKI Lampung. “Tiba di kediamannya pada pukul 14.00," ujarnya, Selasa (25/9/2018).

Pemulangan itu juga berdasarkan surat BP3TKI Lampung yang dikirim kepada KBRI Amman, Yordania pada 19 Januari 2018 lalu dengan nomor surat B.034/BP3TKI-Lampung/I/2018 perihal permohonan penelusuran PMI a.n Sarisih Harjo Pawiro yang sudah 14 tahun bekerja dan tidak bisa pulang

Sebelumnya, anak PMI, Ferdina Nur Fitria, memohon bantuan ke Presiden Joko Widodo untuk membantu memulangkan ibunya ke tanah air.

Ferdina menceritakan, ibunya itu sudah 14 tahun di Negara Yordania.

”Saat ini saya tinggal bersama kakek, sedangkan ayah dan nenek saya sudah meninggal dunia,” lirih Ferdina kepada rilislampung.id, Kamis (19/7/2018) lalu.

Ferdina menjelaskan, ibunya pergi melalui agen resmi di Jakarta dengan tujuan menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI), sekarang disebut sebagai PMI.

Akan tetapi, hingga saat ini orang yang memberangkatkan ibunya tidak lagi dapat dijumpai.

”Saya masih bisa berkomunikasi dengan Ibu melalui handphone, Mas. Sering ibu ngomong pengen pulang tapi tak bisa dikarenakan dipersulit oleh majikan tempatnya bekerja,” keluhnya. (*)

Editor Adi Pranoto


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID