2021, BPTD Targetkan Lampung Steril Kendaraan Melebihi Muatan - RILIS.ID
2021, BPTD Targetkan Lampung Steril Kendaraan Melebihi Muatan
Bayumi Adinata
Jumat | 09/08/2019 20.32 WIB
2021, BPTD Targetkan Lampung Steril Kendaraan Melebihi Muatan
BPTD wilayah VI Bengkulu-Lampung bersama pihak terkait menggelar penegakkan hukum terhadap kendaraan melebihi muatan. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/Bayumi Adinata

RILIS.ID, Bandarlampung – Kegiatan penindakan penegak hukum (Gakkum) bagi kendaraan overdimension dan overloading (odol) yang dilakukan selama tiga akhirnya selesai dilakukan.

Koordinator Penguji kendaraan bermotor BPTD wilayah VI Bengkulu Lampung, Gandi Pramana mengatakan bahwa kegiatan ini berakhir di Terminal Batang Subing, Kabupaten Lampung Tengah, pada hari ini, Jumat (9/8/2019).

Dia menyebut kegiatan tersebut merupakan program Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan di Lampung.

"Razia angkutan barang odol digelar di pintu masuk Pulau Sumatera dan jalan lintas tengah. Alhamdulillah telah kita lakukan," ujarnya.

Tujuan ini disebabkan kerusakan jalan dan jembatan di Indonesia, khususnya Provinsi Lampung akibat melintasnya kendaraan barang Odol yang membuat kerugian negara.

Sejak razia pertama dilakukan, Rabu (7/8/2019) hingga petang hari, Gandi Pramana menyebut menilang sebanyak 15 kendaraan, 14 diantaranya melanggar muatan dan 1 melanggar dimensi, " kata dia kepada rilislampung.id, Jumat (9/8/2019).

Lanjut dia, dengan adanya kegiatan ini penindakan terhadap angkutan barang yang terindikasi melakukan pelanggaran dimensi sehingga mengakibatkan pengangkutan barang yang berlebihan semakin jerah dan bisa mengurangi kerusakan jalan yang diakibatkan oleh jumlah muatan sekaligus mengurangi angka kecelakaan lalu lintas di jalan raya,” terangnya

Sementara itu, Kepala BPTD wilayah VI Bengkulu Lampung, Rahman Sujana mengucapkan terima kasih kepada pihak kepolisian, TNI, Dishub Lampung, Dishub Kabupaten/Kota yang telah membantu kita menindak tegas kendaraan Odol di pintu masuk tol Bakauheni dan jalan Lintas Tengah Kabupaten Lampung Tengah di Terminal Batang Subing.

Kegiatan ini akan kita lakukan secara terus menerus dalam upaya tegas tahun 2021 tidak ada lagi kendaraan Odol yang telah merugikan negara, " ujarnya.

Terpisah, Hasan, salah satu pengemudi yang terkena tilang akibat kelebihan muatan mengaku ia hanya membawa kendaraan milik perusahaan.

Hasan mengungkapkan dengan adanya operasi odol pada kendaraan. Ia sudah melapor ke perusahaan. Sebab tilang yang harus dibayarkan ke pengadilan masih menjadi tanggung jawab perusahaan.

Sebelumnya, ia menyebut muatan yang akan diangkut ditentukan oleh perusahaan. Barang kiriman asal Jawa Barat tujuan Lampung tersebut merupakan barang kelontong yang akan disetor ke sejumlah toko," singkat dia. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID