Atasi Kekerasan pada Perempuan-Anak, Damar Bentuk Satgas Tingkat Desa - RILIS.ID

Atasi Kekerasan pada Perempuan-Anak, Damar Bentuk Satgas Tingkat Desa
Bayumi Adinata
Minggu, 2018/12/30 14.44
Atasi Kekerasan pada Perempuan-Anak, Damar Bentuk Satgas Tingkat Desa
Damar menggelar pelayanan pelatihan Satgas Desa di Hotel Andalas, Minggu (30/12/2018). FOTO: HUMAS DAMAR

RILIS.ID, Bandarlampung – Perempuan dan anak merupakan kelompok rentan yang banyak menjadi korban kekerasan dalam berbagai bentuk fisik, psikis, seksual, penelantaran, eksploitasi, dan kekerasan lainnya. 

Angka kejadian tindak kekerasan terhadap perempuan selama 2018 yang mengadu langsung ke Damar (drop in), dan penjangkauan kasus (out-reacht) sebanyak 40 kasus. 

Damar karenanya membentuk layanan pelatihan Satgas Desa Pencegahan dan Penanganan kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak.

”Ini untuk menjamin kehidupan mereka kelak," ujar Sely Fitriani, Direktur Eksekutif Lembaga Advokasi Perempuan Damar, dalam siaran persnya, Minggu (30/12/2018).

Sely menjelaskan terbentuknya layanan pelatihan Satgas guna meningkatkan kualitas layanan terhadap perempuan dan anak terhadap korban kekerasan.

Banyak kejadian yang tidak terpantau oleh media masa, atau lembaga-lembaga yang peduli terhadap permasalahan perempuan.

”Atau tidak dilaporkan dikarenakan korban atau keluarga korban tidak berani melaporkan kasusnya karena takut dan malu,” paparnya. 

Lembaga Advokasi Perempuan DAMAR atas dukungan Rutgers WPF Indonesia, sebab itu merasa penting melakukan layanan pelatihan satgas di desa.

”Semoga korban kekerasan terhadap perempuan dan anak semakin berkurang," harapnya.

Menurutnya, pelatihan ini bertujuan untuk membangun perspektif gender dan HAM yang diperlukan dalam mendampingi kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Lalu, memberikan pengetahuan hukum dasar yang meliputi pengenalan tentang sistem hukum, proses pembuatan hukum, dan hukum acara.

Juga instrumen hukum yang dapat digunakan (hukum pidana, perdata, dan ketenagakerjaan) baik di tingkat nasional maupun internasional.

”Terakhir meningkatkan Keterampilan terkait peran pendampingan, langkah-langkah pendampingan dalam penanganan kasus, dan teknik konseling," ungkapnya.

Koordinator program, Sofiyan, menambahkan program ini melibatkan 23 orang dari Desa Tegal Ombo Kecamatan Way Bungur Kabupaten Lampung Timur.

Selain itu, Pekon Purwodadi Kecamatan Gisting Kabupaten Tanggamus dan Desa Margerejo Kecamatan Kotabumi Utara Kabupaten Lampung Utara. (*)

 

Editor gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)