Gagal Jadi Transportasi Massal, 20 Bus Trans Lampung Mangkrak - RILIS.ID
Gagal Jadi Transportasi Massal, 20 Bus Trans Lampung Mangkrak
Bayumi Adinata
Jumat | 23/11/2018 13.47 WIB
Gagal Jadi Transportasi Massal, 20 Bus Trans Lampung Mangkrak
ILUSTRASI: RILISLAMPUNG.ID/Anto RX

RILIS.ID, Bandarlampung – Sejatinya, 20 Bus Trans Lampung yang berukuran besar bantuan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dijadikan moda transportasi massal.

Meski tak begitu maksimal, pengoperasian bus yang dikelola PT. Lampung Jasa Utama (LJU)  itu sempat berjalan beberapa tahun.

Belakangan, bus itu justru tidak laku lantaran warga lebih memilih jenis kendaraan lain sebagai sarana transportasinya. Dan kini, bus itu tidak beroperasi lagi alias mangkrak.

Kepala PT LJU Andi Djuhari melalui staffnya, Danil mengakui, mangkraknya 20 bus itu dikarenakan masyarakat kurang berminat dengan bus sebagai transportasi massal.

"Saat ini bus tersebut diparkir di salah satu kawasan di Jalan Soekarno-Hatta," ujarnya saat ditemui rilislampung.id di kantornya, Jumat (23/11/2018).

Danil menjelaskan, saat ini pihaknya juga masih menunggu rute yang akan ditetapkan Dinas Perhubungan (Dsihub).

Sementara, lanjut Danil, 20 Bus Trans Lampung yang berukuran kecil masih beroperasi di enam titik yakni rute Kalianda (Lampung Selatan) enam unit, rute jalur kota Bandarlampung empat unit, rute Kampus Unila dua unit, rute Kabupaten Pesisir Barat menuju wisata dua unit, rute Bandara Radin Inten II dua unit, dan rute ke Kampus Itera empat unit.

Terpisah, Kepala Dishub Lampung, Qodratul Ikhwan saat ditanya soal Bus Trans Lampung dialihkan sebagai bus operasional rute pariwisata, akan dibicarakan lebih lanjut.

"Inikan harus dirapatkan dulu sama pimpinan (Gubernur Lampung), serta melibatkan semua unsur terkait, seperti Organda," singkat dia.

Salah satu warga Telukbetung Utara (Tbu), Firman (30) mengungkapkan sebenarnya tujuan pemerintah baik untuk menyediakan transportasi massal.

Namun, karena ukuran bus yang terlalu besar tidak sesuai dengan kondisi kota.

"Memang busnya bagus, tapi tidak diimbangi dengan lebar jalan karena busnya besar dan rawan macet," jelasnya.

Ia berharap, pemerintahan bisa menyediakan jalur khusus bus dan halte, sehingga penumpang bisa menunggu bus dengan pasti dan bebas dari macet.

"Warga inginnya lancar dengan naik bus, tapi malah masih kena macet, lebih baik naik taksi online," ungkapnya.

Sebelumnya, DPRD Lampung melalui Komisi IV, Watoni Nurdin mendukung penuh Bus Trans Lampung yang dikelola PT LJU sebagai kendaraan operasional rute pariwisata Lampung.

Sejauh ini bus yang menuju kawasan pariwisata di Lampung masih kurang.

"Jadi tepat jika Bus Trans Lampung bisa dialih fungsikan sebagai bus dengan rute kawasan pariwisata," tuturnya. (*)

Editor Adi Pranoto


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID