Gubernur Lampung Pertanyakan Komitmen Kemenhub soal Bandara - RILIS.ID
Gubernur Lampung Pertanyakan Komitmen Kemenhub soal Bandara
Bayumi Adinata
Sabtu | 02/03/2019 15.43 WIB
Gubernur Lampung Pertanyakan Komitmen Kemenhub soal Bandara
ILUSTRASI: RILISLAMPUNG.ID

RILIS.ID, Bandarlampung – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mensyaratkan harus ada penerbangan internasional di Bandara Radin Inten II, dalam kurun 6 bulan pasca ditetapkan sebagai Bandara Internasional pada Desember 2018. Jika tidak, maka SK penetapan sebagai Bandara Internasional itu bisa dicabut.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Lampung, Qodratul Ikhwan, memaparkan banyak yang harus disiapkan untuk penerbangan international, baik administrasi maupun peralatan dan Sumber Daya Manusia (SDM).

Disamping itu, adalah maskapainya. Saat ini, sedang dilakukan komunikasi dengan berbagai maskapai.

"Jadi masih banyak persyaratan yang harus dilakukan Bandara Radin Inten II," kata Qudratul, saat dihubungi rilislampung.id, Sabtu (2/3/2019).

Dia menjelaskan, cukup banyak syarat administrasi dan fasilitas yang harus disiapkan. Seperti rekomendasi Badan Intelijen Nasional (BIN), Badan Intelijen Strategis (BAIS), SK Kepabeanan dan Cukai Menteri Keuangan, SK Komite Fasilitasi (FAL) Menhub, Rekomendasi dari Menteri Luar Negeri, Menteri Kesehatan, Kapolri, dan juga SK Menkumham tentang pengesahan akta TPI di samping peralatan keimigrasian.

“Semua itu, ketika kita mintakan, merekapun akan mengeluarkan setelah melihat kondisi lapangan dan minta syarat a, b, c dan lainnya. Selain itu, syarat ruangan harus sekian meter, komputer, kursi, ac, jaringan internet, genset, lemari dan lainnya. Beraneka ragam masing-masing instansi," paparnya.

Terpisah, Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo menyatakan, jika SK Bandara Radin Inten II sebagai Bandara Internasional dicabut, maka akan menjadi preseden buruk. 

"Yang yang malu bukan kita (Pemprov Lampung), seharusnya yang malu Pak Menhub, " kata dia usai menghadiri acara Hijrah Fair 2019 di Balai Krakatau Kemiling Bandarampung, Jumat (1/3/2019).

Ridho juga mempertanyakan komitmen Kemenhub untuk mendorong terealisasinya berbagai persyaratan operasional Bandara Internasional ini. 

“Seharusnya yang bekerja keras Kemenhub dalam mempersiapkan berbagai fasilitas yang dipersyaratkan untuk pelaksanaan penerbangan international. Kok malah kita?” tanya Ridho.(*)


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID