Harga Cabai Terus Turun, Pedagang hingga Petani Menjerit - RILIS.ID
Harga Cabai Terus Turun, Pedagang hingga Petani Menjerit
Anton Suryadi
Selasa | 22/01/2019 14.04 WIB
Harga Cabai Terus Turun, Pedagang hingga Petani Menjerit
Pedagang cabai di Pasar Liwa, Lampung Barat, sepi pembeli, Selasa (22/1/2019). FOTO: RILISLAMPUNG.ID/Anto Suryadi

RILIS.ID, Lampung Barat – Harga cabai di Kabupaten Lampung Barat terus turun. Cabai hijau bahkan menyentuh Rp5.000 per kilogram (kg).

Harga cabai merah dan cabai rawit Rp12.000/kg, sedangkan cabai merah kecil dibanderol Rp25.000/kg.

Pantauan Rilislampung.id di Pasar Liwa, Selasa (22/1/2019), para pedagang nampak lesu karena harga cabai yang tidak kunjung naik. Penjualan pun sepi dari pembeli.

“Dua bulan terakhir harga cabai turun sampai Rp5.000 per kilogram untuk jenis cabai hijau. Penghasilan kami turun drastis karena pembeli yang sedikit dan harga sangat murah," kata Topo, salah seorang pedagang cabai di Pasar Liwa.

Sebelum turun, harga cabai sempat menyentuh Rp30.0000/kg. Penurunan harga cabai ini disebabkan kurangnya permintaan, sedangkan pasokan melimpah.

“Kami berharap dalam waktu dekat ini harga cabai stabil kembali, sekarang ini pasokan melimpah tidak sebanding dengan permintaan pasar sehingga barang susah keluar, cabai harga Rp5.000 aja enggak laku sekarang," ungkapnya.

Penurunan harga cabai bukan hanya berdampak pada pedagang, petani juga merasakan akibatnya. Biaya tanam, obat-obatan dan pemeliharaan hingga biaya panen yang dikeluarkan petani tidak sesuai dengan hasil yang didapatkan.

“Balik modal saja sudah bersyukur mas, cabai kan tanaman yang rentan beda dengan tanaman lain. Pupuk, dan obat-obatan untuk cabai juga mahal. Belum lagi tenaga dan ongkos angkut saat panen yang cukup besar. Pokoknya sekarang petani cabai banyak yang merugi, sudah dipanen tapi susah cari pembeli. Kalau sudah begitu, hasil panen yang belum terjual terpaksa dibuang karena sudah mulai membusuk," ucap Kaling, petani cabai di Lambar. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID