Jembatan Pulau Pasaran Putus, Seorang Warga Kecemplung - RILIS.ID
Jembatan Pulau Pasaran Putus, Seorang Warga Kecemplung
[email protected]
Senin | 18/06/2018 11.45 WIB
Jembatan Pulau Pasaran Putus, Seorang Warga Kecemplung
Jembatan Pulau Pasaran putus pada Minggu (17/6/2018) malam. Warga sekitar menambal patahan dengan memasang kayu balok di atas jembatan, Senin (18/6/2018). FOTO: RILISLAMPUNG.ID/El Shinta

RILIS.ID, Bandarlampung – Satu-satunya jembatan yang menjadi akses darat menuju ke Pulau Pasaran, Bandarlampung, putus pada Minggu (17/6/2018) malam.

Pantauan rilislampung.id, Senin (18/6/2018) di Pulau Pasaran, jembatan yang putus itu telah dipasangi kayu balok oleh warga sekitar. Pemasangan kayu balok merupakan hasil swadaya masyarakat.

Warga Pulau Pasaran dan pendatang yang ingin melakukan perjalanan menggunakan sepeda motor bisa melewati jembatan tersebut.

Namun, beberapa warga sekitar tampak siaga untuk memberikan imbauan. Pengendara diminta berhati-hati saat melintasi jembatan karena kayu balok yang digunakan untuk menambal patahan dikhawatirkan amblas.

“Habis (Minggu malam) isya itu dikasih tahu warga lainnya, katanya jembatan putus. Ada warga juga yang sempat kecemplung, tapi masih bisa diselamatkan," kata Warli (49), warga Pulau Pasaran saat ditemui di lokasi, Senin (18/6/2018).

Menurut Warli, putusnya jembatan ini akibat konstruksi bangunan yang memang sudah tidak memadai.

“Memang sudah retak jembatannya, tiang penyangga bawah sudah amblas. Karena motor dan becak lewat terus, lama-lama amblas semua," ujarnya.

Sementara Ketua RT 09 LK II Pulau Pasaran, Subur (61), mengatakan sejak selesai dibangun pada 2013 lalu, jembatan tersebut tidak pernah mendapat perawatan lagi oleh pemerintah.

“Ini yang bangun adalah Pemerintah Provinsi Lampung, janji dari Pak Berlian Tihang yang saat itu menjadi Sekda. Tahun 2011 dibangunnya pertama 85 meter. Tahun 2011 dibangun 100 meter, 2012 enggak dibangun. Tahun 2013 diselesaikan 100 meter, panjangnya 300 meter,” urainya.

Subur mengaku tidak melaporkan jembatan putus ini kepada pemerintah setempat.

“Buat apa laporan? Pasti Lurah sudah tahu. Tapi dari dulu sejak dibangun tidak pernah pemerintah nengok, membantu untuk pemeliharaan saja enggak ada sama sekali," tukasnya. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID