Jumlah Pemilih di Lampung Berkurang 938, Ini Sebabnya - RILIS.ID
Jumlah Pemilih di Lampung Berkurang 938, Ini Sebabnya
Taufik Rohman
Selasa | 19/02/2019 19.16 WIB
Jumlah Pemilih di Lampung Berkurang 938, Ini Sebabnya
Pleno terbuka rekapitulasi DPTb pemilu di Hotel Emersia, Bandarlampung, Selasa (19/2/2019). FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ Taufik Rohman

RILIS.ID, Bandarlampung – Jumlah pemilih di Provinsi Lampung berkurang 938 orang untuk Pemilu April 2019.

Hal itu terungkap setelah KPU Lampung rapat pleno terbuka rekapitulasi daftar pemilih tambahan (DPTb) di Hotel Emersia, Bandarlampung, Selasa (19/2/2019).

Pengurangan itu terjadi karena banyak pemilih yang memutuskan memilih di luar Lampung.

Dalam rapat tersebut ditetapkan jumlah DPTb 6.073.199 pemilih. Lebih kecil dibanding jumlah DPTHP (daftar pemilih tetap hasil perbaikan) tahap II sebesar 6.074.173 pemilih.

Selain itu dalam pleno terungkap jumlah DPTb yang masuk Provinsi Lampung berjumlah 3.500 pemilih dan DPTb ke luar 4.438 pemilih.

Komisioner KPU Provinsi Lampung, Handi Mulyaningsih, menyampaikan jumlah DPTb yang sudah diplenokan masih ada kemungkinan untuk berubah.

”Ini DPTb yang kita pleno di H-60 pencoblosan. Nanti kita akan pleno lagi di H-30. Artinya bisa saja terjadi penambahan yang masuk atau ke luar,” terangnya.

Handi menyebutkan, beberapa daerah yang berpotensi penambahan DPTb masuk adalah Metro, Lampung Selatan (Lamsel), dan Lampung Tengah (Lamteng).

Menurutnya di Metro ada potensi penambahan DPTb masuk karena banyaknya pondok-pondok pesantren, kampus seperti UM dan STAIN. Kemungkinan mahasiswa kedua perguruan tinggi itu memilih di Metro.

”Cuman sekarang masih proses mengklirkan dari tempat asal ke tempat tujuan memilih. Ini yang belum selesai,” bebernya.

Sementara untuk di Lamsel, ada potensi DPTb masuk untuk penambahan pemilih dari warga di Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Way Hui. Karena, masih ada pemilih di Lapas Way Hui yang belum masuk DPT.

”Tapi itu harus ada rekomendasi dulu dari Bawaslu dan kami sudah koordinasikan. Itu nanti akan diselesaikan pada H-30,” ungkapnya.

Untuk di Lamteng, lebih lanjut, juga ada potensi pemilih pindah yang masuk ke Provinsi Lampung. Terkait buruh-buruh pabrik yang ada di perkebunan.

Setelah H-30, KPU Lampung tetap memproses pindah pemilih, bedanya tidak diplenokan.

Ketua KPU Lampung Nanang Trenggono menambahkan, pleno hari ini untuk kepentingan penambahan jumlah TPS yang sudah ada. Sekaligus penyesuaian dengan surat suara yang sudah dicetak.

”Setelah H-30 yang akan difokuskan KPU itu adalah pemilih di rumah sakit karena kita tidak dapat memprediksi berapa jumlah pemilih di sana,” ungkapnya.

Nanang menginginkan semua warga memahami serta mempertimbangkan sebelum pindah memilih. Karena, bagi mereka yang sudah pindah memilih tidak akan mendapat surat suara yang sama dengan yang tidak pindah.

Misal mereka yang pindah memilih antar provinsi hanya mendapatkan surat suara untuk pilpres. Atau, yang pindah memilih antar kabupaten hanya mendapat empat surat suara.

Empat surat suara itu untuk pilpres, DPD RI dan DPR RI serta DPRD provinsi (dengan catatan jika kabupaten masih satu daerah pemilihan). (*)

Editor gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID