Kepala UPT dan WP Buka-bukaan Usai Diperiksa Terkait Penggelapan PAD - RILIS.ID
Kepala UPT dan WP Buka-bukaan Usai Diperiksa Terkait Penggelapan PAD
Muhammad Iqbal
Senin | 06/05/2019 11.30 WIB
Kepala UPT dan WP Buka-bukaan Usai Diperiksa Terkait Penggelapan PAD
Inilah surat pemanggilan Polresta Bandarlampung terkait kasus dugaan penggelapan PAD dan setoran pajak di Bandarlampung. FOTO: ISTIMEWA

RILIS.ID, Bandarlampung – Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kecamatan Enggal, Apriyadi membenarkan bahwa dirinya sudah menjalani pemeriksaan di Unit Tipikor Satreskrim Polresta Bandarlampung.

“Iya benar, saya udah beberapa kali dipanggil. Dulu itu di tahun 2018, terus yang terakhir di bulan April 2019," katanya seperti diberitakan Rilisid Lampung, Senin (6/5/2019).

Yadi—sapaan akrabnya—mengaku menjalani pemeriksaan seputar setoran pajak daerah selama sembilan jam.

Namun, ia tidak menjelaskan secara detail terkait materi pemeriksaan.

“Banyak yang ditanya-tanya, pokoknya saya diperiksa itu dari jam 09.00 sampai 18.00 WIB,” ujarnya.

Saat diperiksa, Yadi mengaku tidak sendirian. Ia diperiksa bersama dua kepala UPT lainnya, yakni kepala UPT Kedaton dan Bumiwaras.

“Yang dipanggil itu cuma tiga UPT, UPT Enggal tempat saya, UPT Bumiwaras dan UPT Kedaton," tutupnya.

Selain UPT, wartawan koran ini juga mengonfirmasi pemeriksaan polisi kepada wajib pajak (WP). Salah satunya pengelola tempat hiburan di kawasan Jalan Raden Intan, Kecamatan Enggal, Kota Bandarlampung.

Kepada Rilisid Lampung, pengelola rumah karaoke itu mengakui sudah diperiksa oleh penyidik Polresta Bandarlampung, pada akhir April lalu.

“(Diperiksa) Dua jam kurang lebih. Banyak pertanyaannya, seputaran tentang pembayaran pajak. Contoh pembayaran terakhir berapa, sesuai enggak dengan aturan UPT,” katanya sembari mewanti-wanti identitasnya tidak dikorankan.

Penyidik menurutnya, juga menunjukkan sejumlah catatan pembayaran setoran pajak daerah. Ia pun terkejut melihat perbedaan setoran pajak dengan pajak yang ia bayarkan.

“Saya lihat apa yang saya setorin itu beda dengan catatan dari UPT. Gila bener UPT itu, parah mainnya, datanya beda," bebernya.

Dia juga mengakui seluruh pengusaha atau pengelola tempat usaha mendapat surat panggilan dari polisi.

“Seluruh kok yang dipanggil, merata. Cuma mungkin harinya beda-beda. Dalam satu pekan itu, saya dimintai klarifikasi selama dua kali," pungkasnya. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID