Observatorium Dihentikan, Kadis Cipta Karya Belum Terima - RILIS.ID
Observatorium Dihentikan, Kadis Cipta Karya Belum Terima
Bayumi Adinata
Senin | 12/08/2019 17.41 WIB
Observatorium Dihentikan, Kadis Cipta Karya Belum Terima
Kepala Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air Provinsi Lampung, Ali Subaidi. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/Bayumi Adinata

RILIS.ID, Bandarlampung – Pemprov Lampung memberhentikan sementara pembangunan gedung Observatorium Bosscha di Wilayah Tahuran Wan Abdul Rachman, Kemiling, Bandarlampung. Itu terpaksa dilakukan lantaran keterbatasan anggaran pada APBD 2019.

Hal ini disampaikan Sekprov Lampung Fahrizal Darminto usai menghadiri rapat paripurna Penyampaian Raperda Perubahan APBD dan RPJMD Provinsi Lampung tahun 2019-2024 di ruang rapat paripurna DPRD Lampung, Senin (12/8/2019).

Menurutnya tidak dilanjutkan pembangunan Observatorium bosscha tersebut guna penghematan anggaran APBD 2019. Penghematan ini diproritaskan kepada belanja-belanja yang tidak mendesak. Jangan sampai kita mengurangi anggaran terus sekolah terganggu. 

"Itu tidak boleh. Jadi kita pilih kegiatan-kegiatan yang benar-benar dibutuhkan. Istilahnya kalau tidak dilakukan pembangunan tahun ini, bisa dilakukan tahun depan," ujar mantan Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik ini.

Meski demikian pada prinsipnya yang dikurangi yang tidak secara langsung menutup pelayanan publik yang mendasar. Bukan itu saja gedung yang lain juga banyak kita kurangi berdasarkan kriteria tersebut secara umum. 

"Iya kalau anggaran kita kurangi otomatis pembangunannya tidak full dan tahun depan akan dilanjutkan," pungkasnya.

Menanggapinya, Kepala Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air Provinsi Lampung, Ali Subaidi terkesan belum menerima penghentian itu. Ia berpendapat berbeda bahwa pembangunan gedung Observatorium bosscha masih dalam pembahasan. 

Pihaknya masih harus melibatkan beberapa komponen terkait yakni Itera, lingkungan hidup dan lainnya guna membahas lebih lanjut. 

"Jadi pada intinya masih dalam pembahasan," kata dia.(*)

Editor Adi Pranoto


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID