POPT Waypanji: Bukan Ulat Grayak, Tapi Hama Putih! - RILIS.ID
POPT Waypanji: Bukan Ulat Grayak, Tapi Hama Putih!
Kalbi Rikardo
Senin | 20/01/2020 23.16 WIB
POPT Waypanji: Bukan Ulat Grayak, Tapi Hama Putih!
Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kecamatan Kalianda dan Way Panji saat survey lokasi dan bertemu dengan petani yang tanamannya terserang Hama Putih Palsu./FOTO Istimewa.

RILIS.ID, LAMPUNG SELATAN – Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kecamatan Kalianda dan Waypanji angkat bicara terkait informasi yang menyatakan adanya serangan hama ulat grayak terhadap tanaman jagung dan padi di Desa Balinuraga, Waypanji. (Baca: Setelah Jagung, Ulat Grayak Serang 630 Ha Padi di Lamsel).

Menurut dia, hama yang menyerang 630 hektare tanaman padi di Desa Balinuraga itu bukan ulat grayak, melainkan hama ulat putih palsu (Cnaphalocrocis medinalis).

Dia juga membantah jika ada 630 hektare tanaman padi yang terserang hama ulat putih palsu tersebut. Menurutnya, hanya sekitar 30 hektare yang terserang hama tersebut.

Aan juga memastikan, serangan hama ulat putih palsu masih tergolong kategori ringan. Sehingga, kemungkinan tanaman masih bisa pulih.

”Pengaruh untuk hasil panen juga tidak terlalu signifikan. Hanya dapat mengurangi jumlah anakan saja. Karena kan anakan sudah tumbuh, lalu kering dan mati. Nanti tumbuh lagi. Kalau terserang terus menerus, anakannya bisa pada mati,” jelasnya.

Dia menjelaskan, hama tersebut menyerang lantaran efek cuaca karena hujan deras yang beberapa hari ini turun.

”Jadi itu pemicunya. Sebenarnya juga tidak perlu disemprot, karena hama ini kan senang sama daun muda. Jika daun sudah tua (30 hari), ulat akan pergi,” katanya.

Aan melanjutkan, hama tersebut juga bukan hama utama pada tanaman padi. Melainkan hama sekunder dan tidak mematikan tanaman.

”Jadi, tidak disemprot dengan petani pun tidak masalah. Karena akan pulih dengan sendirinya dengan munculnya anakan baru. Sebenarnya umur sebulan bakal bagus lagi,” pungkasnya.(*)

Editor Wirahadikusumah


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID