Pengerjaan Mural Sebabkan Kemacetan, Ini Solusi dari MTI! - RILIS.ID
Pengerjaan Mural Sebabkan Kemacetan, Ini Solusi dari MTI!
[email protected]
Sabtu | 14/09/2019 13.12 WIB
Pengerjaan Mural Sebabkan Kemacetan, Ini Solusi dari MTI!
Ketua MTI Wilayah Lampung I.B. Ilham Malik/FOTO RILISLAMPUNG.ID

RILIS.ID, BANDARLAMPUNG – Upaya seniman mural mempercantik Underpass Unila harus diapresiasi. Sebab, setiap keterlibatan seniman dalam mempercantik view ruang kota merupakan kerja tanpa pamrih dan merupakan kontribusi positif bagi kota.

Tetapi, waktu dan sistem kerja tetap harus dilakukan secara profesional dan proporsional. Karena kerja seni di Underpass Unila telah menyebabkan kemacetan lalu lintas panjang.

Demikian disampaikan Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Wilayah Lampung I.B. Ilham Malik dalam press release-nya yang dikirimkan ke Rilislampung.id, Jumat (13/9/2019).

Saat ini, kata dia, baru satu sisi yang sedang dalam proses pengerjaan yaitu dari arah Tanjungkarang menuju Rajabasa. Dampaknya adalah kemacetan lalu lintas hingga lebih dari 700 meter (hingga kampus Pascasarjana UBL) dari lokasi Underpass Unila.

Sebenarnya, kata dia, hal ini bisa diminimalisir dampaknya dengan cara mengatur cara kerja saat di lapangan dan juga jam kerja. Lalu lintas itu menurutnya memiliki pola. Ada jam tertentu yang volume lalu lintasnya padat, dan ada jam tertentu yang lengang.

”Teman-teman seniman bisa bekerjasama dengan Satlantas Polresta Bandarlampung dan Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Bandarlampung untuk mengatur cara kerja dan waktu kerja agar kerja-kerja seniman mural tidak mengganggu secara ekstrim laju arus lalu lintas,” sarannya.

Hal itu, kata Ilham, sangat bisa dilakukan karena kepadatan volume lalu lintas tidak konstan. Pada masa volume rendah, maka seniman bisa bekerja full. Tetapi pada jam-jam volume tinggi, mereka bisa mengurangi skala kerjanya atau bahkan menghentikan sementara pengerjaan.

”Jadi, tidak ada penutupan ruas jalan hanya karena kerja seniman yang waktu kerjanya bisa diatur bersama,” ucapnya.

Karenanya, Ilham meminta wali kota melalui Dishub dan Kapolresta Bandarlampung melalui Satlantas turun ke lapangan dan meminta seniman untuk bekerja secara proporsional dan profesional. Agar kehadirannya disambut baik dan tidak menimbulkan keluhan karena adanya kemacetan lalu lintas.(*)

Editor Wirahadikusumah


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID