ABN-Anjar Kerap Dibesuk Orang-Orang yang Bikin Ketakutan - RILIS.ID
ABN-Anjar Kerap Dibesuk Orang-Orang yang Bikin Ketakutan
Muhammad Iqbal
Kamis | 11/04/2019 17.57 WIB
ABN-Anjar Kerap Dibesuk Orang-Orang yang Bikin Ketakutan
ABN dan Anjar Asmara mendengarkan vonis. FOTO: RILISLAMPUNG.ID

RILIS.ID, Bandarlampung – Terpidana kasus korupsi fee proyek Dinas PUPR Kabupaten Lampung Selatan, Agus Bhakti Nugroho (ABN) dan Anjar Asmara mantan Kadis PUPR Lampung Selatan, mengajukan pindah ke Lapas Sukamiskin, Jawa Barat. 

Permintaan itu lantaran kedua terpidana merasa ketakutan dengan kelanjutan perkara fee proyek itu. 

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Subari Kurniawan mengatakan, ketakutan kedua terpidana lantaran mereka berusaha untuk membuka keterlibatan pihak-pihak lain dalam perkara korupsi tersebut, di luar dari terdakwa Zaindun Hasan, Bupati Lampung Selatan (Nonaktif).

"Dia kan berusaha membuka keterlibatan pihak-pihak lain di luar Zainudin Hasan, seperti Plt. Bupati dan lainnya. Nah, mungkin saja ada ketakutan mengenai itu, apalagi menurut info yang dia berikan kepada pihak biro hukum, dia sering dikunjungi oleh orang-orang yang gak dia kehendaki, dia merasa tertekan dan tidak nyaman," jelasnya kepada rilislampung.id, Kamis (11/4/2019).

Terpisah, Sukriyadi Siregar selaku kuasa hukum terpidana menjelaskan, alasan kliennya untuk mutasi ke Lapas Sukamiskin, sebenarnya bukan lantaran adanya rasa ketakutan. Tetapi menurutnya itu adalah cara JPU agar kliennya tetap steril.

"Sebenarnya bukan rasa takut, cuma cara JPU agar klien tetap steril. Waktu di Jakarta ajakan semua tersangka dipisah, Gilang di Polres Jaktim, ABN di Polres Jakpus dan Anjar di Guntur, sedangkan pak Bupati di Rutan KPK. Kalau ancaman yang nyata kan belum ada, toh yang eksekusi kan JPU," pungkasnya.

Disinggung soal adanya kunjungan dari berbagai pihak yanh tidak dikehendaki oleh kliennya, Sukriyadi tak menampik hal tersebut.

"Kalau itu benar, saya rasa itu hal yang wajar, karena masih fokus untuk menjalani pidana," tandasnya.

Sementara ketika ditanya terkait psikologi kliennya, Sukriyadi, memastikan kedua terpidana dalam keadaan kejiwaan yang stabil. 

"Stabil, sebab dari jauh hari kita sudah sampaikan kemungkinan- kemungkinan yang terjadi," tutupnya.(*)

Editor Adi Pranoto


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID