Ada Mural di Underpass Unila, Jalur dari Tanjungkarang-Rajabasa Ditutup - RILIS.ID
Ada Mural di Underpass Unila, Jalur dari Tanjungkarang-Rajabasa Ditutup
El Shinta
Sabtu | 07/09/2019 13.39 WIB
Ada Mural di Underpass Unila, Jalur dari Tanjungkarang-Rajabasa Ditutup
Para seniman mulai melukis Underpass Unila, Sabtu (7/9/2019). FOTO :RILISLAMPUNG.ID /El Shinta

RILIS.ID, Bandarlampung – Dinas Pariwisata Kota Bandarlampung bakal menyulap underpass simpang Universitas Lampung (Unila) menjadi dunia bawah laut.

Kepala Dinas Pariwisata Bandarlampung M. Yudha mengatakan untuk pelaksanaan melukis mural mulai dilaksanakan pada hari ini, Sabtu (7/9/2019).

"Nantinya akan ada penutupan salah satu dari dua jalur underpass untuk memudahkan seniman dalam melaksanakan pelukisan," kata Yudi.

Menurutnya, jalur dari arah Tanjungkarang menuju Rajabasa akan ditutup mulai hari ini sampai 15 hari ke depan.

Begitu juga sebaliknya, penutupan dari Rajabasa menuju Tanjungkarang akan diberlakukan setelah sisi kanan underpass selesai dilukis.

"Ya sudah dipastikan akan ada penutupan jalan untuk proses pelukisan. Karena itu kan jalurnya kecil, takutnya kalau tidak ditutup jalannya bisa membahayakan seniman yang sedang melakukan pelukisan mural," terangnya.

Yudhi belum dapat memastikan lama waktu pengerjaannya sendiri akan berapa lama nantinya.

"Yang pasti kita akan kerjakan secepat mungkin, sesuai instruksi Pak Wali. Tema yang akan diterapkan menggunakan suasana bawah laut, kota bawah laut dan apa yang ada di dalam laut namun tetap ada ornamen Lampung," pungkasnya.

Terpisah, koordinator lapangan Komunitas Kuas Lampung, Damsi, mengatakan ada 50 seniman yang diturunkan untuk melukis dinding underpass sepanjang 300 meter.

"Ada tujuh komunitas yang ikut berpartisipasi dalam mural underpass ini tapi juga ada juga perorangan yang ikut bergabung untuk melukis ini," kata Damsi.

Ia mengungkapkan bahwa pengerjaan yang ditargetkan selesai dalam waktu 15 hari ini akan dikerjakan 24 jam oleh para seniman lukis.

"Karena ini ada 50 orang pelukis jadi kami bagi dua shift, 25 orang seniman melukis dari pagi hingga sore kemudian sisanya sore hingga malam hari," tandasnya. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID