AJI Bandarlampung Desak Setop Kekerasan Jurnalis dalam Pilkada - RILIS.ID
AJI Bandarlampung Desak Setop Kekerasan Jurnalis dalam Pilkada
[email protected]
Minggu | 01/04/2018 20.14 WIB
AJI Bandarlampung Desak Setop Kekerasan Jurnalis dalam Pilkada
Ilustrasi

RILIS.ID, Bandarlampung – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Bandarlampung meminta seluruh calon kepala daerah yang maju dalam pemilihan kepala daerah serentak 2018 dapat memahami kerja-kerja jurnalis.

Ketua AJI Bandarlampung Padli Ramdan menyampaikan hal itu menyikapi terjadinya kekerasan terhadap dua jurnalis di Kota Ambon Provinsi Maluku. Pelakunya diduga salah satu calon kepala daerah dan tim pemenangannya, Kamis (29/3/2018).

Dua jurnalis yang mengalami kekerasan adalah Ketua AJI Ambon Abdul Karim Angkotosan dan jurnalis Sam Usman Hatuina.

Padli menegaskan dalam bekerja, jurnalis jelas dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Sehingga setiap orang yang dengan sengaja melakukan tindakan yang menghambat atau menghalangi kerja-kerja jurnalis dapat dijerat hukuman pidana.

”Kami mendorong aparat kepolisian menindak tegas dan menghukum tersangka dengan memakai UU Pers,” ujar Padli, dalam siaran pers yang diterima rilislampung.id, Minggu (1/4/2018).

Dia berharap kasus itu tidak terjadi pada jurnalis di Lampung. Padli karenanya meminta semua calon kepala daerah di Lampung untuk tidak alergi dengan media dan jurnalis yang menjalankan tugas-tugasnya sesuai UU Pers. Para calon juga diharapkan dapat memahami isi undang-undang dimaksud.

Selain itu, ia juga mendesak agar Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dapat mengingatkan dan menegur calon kepala daerah dan tim kampanye calon yang tidak terbuka dengan media. Termasuk melakukan pelanggaran terhadap UU Pers dengan menghalangi jurnalis meliput pasangan calon.

Berdasar informasi resmi dari AJI Ambon, kronologis kekerasan terhadap dua jurnalis itu, bermula saat Sam Usman Hatuina (jurnalis Rakyat Maluku) mengambil foto calon kepala daerah petahana Gubernur Maluku, Said Assegaf. Said melakukan pertemuan dengan sejumlah aparat sipil negara yang terdiri dari beberapa kepala dinas di Provinsi Maluku dan petinggi partai politik di salah satu kafe di Kota Ambon.

Mengetahui pertemuan yang dilakukan di masa kampanye tersebut di foto, beberapa tim sukses calon kepala daerah Said memaksa Sam menghapus foto. Bahkan sang calon petahana juga ikut mendesak.

Tak cukup sampai di situ, ada beberapa orang lain menghampiri Sam dan merampas ponsel serta mengintimidasi. Jurnalis lain yang berupaya menanyakan aksi pendukung calon petahana itu juga mendapat kekerasan. Abdul Karim, jurnalis dan Ketua AJI Ambon, ditampar seorang anggota tim sukses. 

Atas kejadian tersebut korban telah melapor ke Polda Maluku dengan dua materi laporan. Yakni penganiayaan dan upaya menghalang-halangi kerja jurnalis sebagimana ketentuan pidana Pasal 18 UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. (*)

Editor Gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID