Alat Kelamin Anak Terpotong Usai Di Sunat "Samiran" (Mantri Sunat), Keluarga Lapor Polisi - RILIS.ID
Alat Kelamin Anak Terpotong Usai Di Sunat "Samiran" (Mantri Sunat), Keluarga Lapor Polisi
kontributor kontributor
Anton Suryadi
Selasa, 2019/10/01 16.01

RILIS.ID, ; RILISID TV LAMPUNG - Lampung Barat, Malang nian, itulah ungkapan yang pantas untuk seorang anak berinisial (WM) usia 10 tahun, warga pekon Bandar Agung Kecamatan Bandar Negeri Suoh.

Bagaimana tidak, usai di khitan (sunat) oleh Samiran, warga setempat yang berprofesi sebagai tukang sunat pada awal Juli sekitar tanggal 7/8 Juli 2019, WM mengalami susah buang air kecil.

Orang tua korban kemudian membawa WM ke RS Mitra Husada, kemudian di rujuk ke RS Umum Abdul Mulul lalu dirujuk lagi ke RS Bumi Waras. Awalnya, pihak keluarga korban berniat menyelesaikan masalah tersebut secara kekeluargaan.

Namun karena Samiran tidak koperatif, sehingga orang tua WM Darmian Sopian bersama kakek korban Sugiarto melaporkan kejadian itu ke Polres Lambar hari senin (30/9).

"Awalnya kita mau menyelesaikan secara kekeluargaan, namun karena terlapor samiran tidak kooperatif dan menghindar maka kita laporkan," ucap Darmian Ayah dari WM. Darmian Sopian meminta keadilan untuk anaknya. "Karena ini menyangkut masa depan anak, jadi kita minta keadilan dan diproses secara hukum," harapnya.

Kakek korban Sugiarto mengungkapkan, kejadian itu bermula saat orang tua WM meminta Samiran untuk mengkhitan anaknya bersamaan dengan sejumlah anak lainnya di Pekon Bandaragung Kecamatan Bandarnegeri Suoh sekitar awal Juli lalu.

Kronologis kejadian berawal dari kecurigaan saat korban susah kencing, hingga 1.5 bulan. "Setelah itu kita bawa ke RS Mitra Husada, setelah itu dirujuk ke RS Abdoel Moeloek dan dari sana dirujuk ke RS Bumi Waras dan telah dioperasi, pihak RS menganjurkan harus konstruksi ulang," ungkap Sugiarto.

Terlapor Samiran merupakan warga pekon Roworejo Kecamatan Suoh, sering melakukan praktik sunat di Kecamatan Suoh dan Bandar Negeri Suoh.

Namun naasnya, seorang anak berinisial (WM) yang disunat oleh Samiran terpotong alat kelaminnya. Samiran sendiri diketahui merupakan mantri liar, namun tidak diketahui persis latar belakang pendidikannya. Yang diketahui selama ini Samiran biasa mengkhitan dan mengobati orang sakit. Dilain pihak, Sugeng anggota DPRD dari Kecamatan Bandar Negeri Suoh saat mendampingi dalam pelaporan mengatakan kasus tersebut harus diusut tuntas.

"Usut tuntas dan harus diproses secara hukum karena menyangkut masa depan anak," ungkapnya.

Sementara, Elianto KA SPKT Polres Lampung Barat, membenarkan adanya laporan tersebut. "Benar ada laporan terkait dugaan malpraktik, namun untuk saat ini kita masih menyelidiki, untuk tindak lanjut akan kita serahkan kepada Satreskrim," jelasnya. (Anton)



Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID