Alhamdulillah, Gubuk Reyot sang Nenek Dipugar - RILIS.ID
Alhamdulillah, Gubuk Reyot sang Nenek Dipugar
Agus Pamintaher
Minggu | 23/02/2020 19.06 WIB
Alhamdulillah, Gubuk Reyot sang Nenek Dipugar
Nenek Armah (70), warga Desa Ketapang Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ Agus

RILIS.ID, Lampung Selatan – Kehidupan Nenek Armah (70) warga Desa Ketapang Kecamatan Ketapang, sungguh memprihatinkan. Selama ini ia tinggal berdua dengan cucunya Deni (18) dan Novi (17) di sebuah gubuk reyot.

Karena tidak ada biaya, kedua anak yatim-piatu tersebut putus sekolah. Sedangkan untuk kehidupan sehari-hari, mereka hanya berharap belas kasihan kepada orang lain.

Namun gubuk reyot tersebut kini tinggal kenangan. Komunitas peduli sosial di Lampung Selatan memugar kembali tempat tinggal mereka menjadi lebih layak untuk ditempati.

Koordinator Komunitas Kobar dan RPM Peduli, M. Fadli, menjelaskan tujuan memperbaiki gubuk Nenek Armah karena sudah tidak layak huni. Rumah tersebut dindingnya terbuat dari bambu dan berlantai tanah. Belum lagi jika musim hujan, air masuk ke dalam rumah.

”Nenek Armah ini hidupnya sudah susah dan mengandalkan dua cucunya untuk kehidupan sehari-hari. Kalau sudah kami perbaiki, diharapkan mereka bisa dengan nyaman tinggalnya,” kata Fadli, Minggu (23/2/2020).

Ketua RT setempat, Ujang Saputra membenarkan jika sehari-harinya Nenek Armah hanya berharap belas kasihan dari masyarakat setempat. Apalagi untuk memperbaiki rumah, sudah tidak sanggup lagi kalau tidak dibantu.

”Untuk makan saja susah, apalagi sampai benerin rumah. Kami sangat berterima kasih dengan adanya bantuan dari komunitas sosial, semoga Nenek Armah dan cucunya bisa hidup nyaman di rumah yang dipugar,” ujar Ujang.

Cucu Nenek Armah, Novi, mengaku sangat senang rumah neneknya bisa dipugar oleh komunitas sosial. Ia tidak mengira ada perhatian dari kalangan sosial yang peduli terhadap keluarganya.

”Untuk kehidupan sehari-hari, saya hanya mengandalkan Abang yang kerjanya serabutan. Makanya saya dan Abang tidak lagi sekolah dan mengurus nenek satu-satunya. Terimakasih saya ucapkan kepada Bapak dan Ibu yang telah memugar rumah nenek kami,” ujar Novi. (*)

Editor gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID