Andi Surya: Pecat Oknum Dosen UIN Diduga Lecehkan Mahasiwa - RILIS.ID

Andi Surya: Pecat Oknum Dosen UIN Diduga Lecehkan Mahasiwa
[email protected]
Sabtu | 12/01/2019 10.27 WIB
Andi Surya: Pecat Oknum Dosen UIN Diduga Lecehkan Mahasiwa
Senator Lampung Andi Surya. ILUSTRASI: ISTIMEWA

RILIS.ID, Bandarlampung – Senator Lampung Andi Surya merasa prihatin atas terjadinya dugaan pelecehan seksual di Kampus UIN Raden Intan. Apalagi, kasus itu bukan yang pertama.

"Kampus UIN sebagai lembaga pendidikan tinggi berbasis agama, diduga justru menjadi hasrat seksual oknum dosen. Meskipun saya percaya ini hanya segelintir oknum,” ujar Andi Surya.

Menurut dia, kampus adalah palang pintu idealisme, norma, dan darma bakti kepada nusa bangsa agama.

"Apakah oknum dosen yang diduga melakukan pelecehan ini sudah kehilangan akal sehat dan keimanannya?" cetus Andi dalam rilis yang diterima, Sabtu (12/1/2019).

Andi menyebut, kampus seharusnya menjadi tempat di mana anak-anak bangsa dididik menjadi insan-insan handal yang tangguh menghadapi masa depan melalui Tridarma Perguruan Tinggi. Bukan objek seksual oknum dosen.

”Saya menjadi kehilangan kata-kata untuk menyampaikan gejala immoralitas yang terjadi Kampus UIN ini," sesal Andi.

Tahun lalu dia pernah mengkritisi perihal UIN yang dalam proses penerimaan mahasiswa baru cenderung mengabaikan nisbah dosen.

Jumlah mahasiswa sekitar 28 ribu, namun hanya dilayani sekita 400-an dosen. Sisanya adalah dosen-dosen paruh waktu atau dosen luar biasa yang tidak memiliki NIDN (Nomor Induk Dosen Nasional).

"Saya menduga ini ada hubungannya, karena menarget rasio dosen berbanding jumlah mahasiswa puluhan ribu bukan pekerjaan mudah. Sehingga terekrut oknum dosen yang kurang memiliki kapabilitas dalam hal moral, iman, dan takwa," kritiknya.

Dia karenanya menyarankan kepada pimpinan UIN beberapa hal.

Pertama, tidak melindungi oknum dosen yang diduga melakukan pelecehan seksual dan segera memproses secara hukum maupun administratif.

”Kalau perlu sementara oknum dosen terduga ini dicutikan lebih dahulu. Jika terbukti lakukan pemecatan sesuai UU dan peraturan,” tandasnya.

Kedua, UIN melakukan evaluasi dan pembinaan kepada dosen-dosen baik secara moralitas maupun iman dan takwa.

”Karena ini lembaga kampus berbasis agama maka selayaknya para dosen di kampus yang berbasis agama dibentengi tuntunan nilai-nilai agamis,” ujarnya.

Ketiga, jika ingin mengejar rasio dosen terhadap mahasiswa, UIN melakukan proses rekrutmen dosen secara benar dan memenuhi standar etik pengajar.

”Bukan hanya ilmu, tetapi tekankan pada aspek perilaku dan etika sehingga diperoleh sumber daya dosen yang memiliki keseimbangan antara ilmu dan imtak," pungkas Andi. (*)

Editor gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID