Andi Surya Ragukan QC, Bos Rakata Kukuh Sesuai Metodologi - RILIS.ID
Andi Surya Ragukan QC, Bos Rakata Kukuh Sesuai Metodologi
Gueade
Minggu | 21/04/2019 01.11 WIB
Andi Surya Ragukan QC, Bos Rakata Kukuh Sesuai Metodologi
Andi Surya setelah pencoblosan Rabu (17/4/2019) lalu. FOTO: ISTIMEWA

RILIS.ID, Bandarlampung – Ada yang mempercayai hasil hitung cepat (quick count/QC) Rakata Institute. Di sisi lain mempertanyakannya, seperti dilakukan calon DPD RI yang juga petahana, Andi Surya.

Dalam QC, Andi Surya berada pada peringkat ke-7. Sementara, berdasarkan survei elektabilitas lembaga yang sama akhir Maret 2019, ketua yayasan Universitas Mitra Indonesia itu duduk di posisi ke-2.

"Saya bersikap positif terhadap QC Rakata. Namun perlu saya terangkan, hampir seluruh teman-teman mengirim rekaman hasil C1 Plano (catatan penghitungan suara) TPS menunjukkan suara saya rerata masuk peringkat empat besar," ujarnya, Sabtu (20/4/2019).

Menurut dia, suaranya di basis-basis dan wilayah tertentu cukup besar. Meski ada sebagian wilayah suaranya kurang, namun rata-rata dirinya masuk dalam hitungan unggul.

"Makanya heran kok QC Rakata menempatkan saya di posisi ke-7. Sementara calon-calon lain cenderung konsisten dan stabil pada peringkatnya. Khusus saya terjadi deviasi tidak normal atau anomali," tandas Andi Surya.

Dia mempertanyakan metodologi Rakata sehingga terjadi inkonsistensi antara survei elektabilitas dengan QC. Jikapun terjadi deviasi, biasanya penyimpangan tidak terlalu tinggi. Sehingga, ia meminta masyarakat sendiri yang menilai.

Andi Surya menerangkan dirinya incumbent yang aktif menyuarakan aspirasi rakyat Lampung secara nasional. Banner-banner-nya tersebar luas, basis jelas, dan pertemuan dengan massa sering ia lakukan. Artinya, dia cukup agresif dalam masa kampanye.

Dia karenanya meminta opini yang sekarang terbentuk dari hasil QC Rakata perlu disikapi dengan cerdas agar KPU dan Bawaslu waspada. Andi melihat opini QC itu cenderung mendorong justifikasi yang dikhawatirkan dengan cara curang. 

”Jangan sampai merugikan para caleg dalam perhitungan manual KPU saat ini. Bagi saya menang-kalah dalam pemilu biasa. Tapi mari kita berbuat jujur dan adil dalam pesta demokrasi di Lampung ini," pungkas Andi Surya. 

Terpisah, Direktur Eksekutif Rakata Institute, Eko Kuswanto, mengakui survei pekan lalu Andi Surya berada di empat besar. Namun saat itu margin of error dan swing voters masih cukup tinggi.

”Dan, kami selalu katakan masih ada peluang dari sepuluh besar DPD saat itu untuk masuk empat besar pada hari pemilihan. Itu terbukti dari sepuluh besar masuk delapan besar yang kami rilis kemarin (Jumat, 19/4/2019, Red),” papar Eko.

Dia menerangkan memang ada sedikit perubahan pada peringkat Andi Surya yang melorot dari empat besar. Hal itu menurut dia dimungkinkan karena kandidat melakukan kerja-kerja keras di hari terakhir sebelum masa tenang.

”Sehingga mereka mencapai hasil signifikan pada hari H dan mengubah sedikit kontestasi. Namun hanya sedikit secara umum. Posisi lain-lainnya masih relatif sama dengan hasil survei sebelumnya,” ungkapnya. 

Metodologi Rakata Institute dalam rilis hasil QC di Hotel Horison, Bandarlampung, Jumat (19/4/2019), dijelaskan adalah stratified random sampling. Tingkat kepercayaan 99 persen dengan toleransi kesalahan (margin of error) untuk pemilihan DPD RI kurang lebih 1,05 persen.

Survei menggunakan sampel 746 tempat pemunggutan suara (TPS) yang tersebar secara proporsional. Dana berasal dari empat lembaga yakni Rakata Institute, Asosiasi Lembaga Survei dan Hitung Cepat Indonesia (ALSHCI), UIN Raden Intan Lampung, dan Lembaga Survei Kuadran. (*)


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID