Ardi, Bayi 11 Bulan yang Tengah Berjuang Melawan Hidrosefalus - RILIS.ID
Ardi, Bayi 11 Bulan yang Tengah Berjuang Melawan Hidrosefalus

Minggu | 02/12/2018 19.19 WIB
Ardi, Bayi 11 Bulan yang Tengah Berjuang Melawan Hidrosefalus
Ardi bersama ibunya, Daryatun di Rumah Singgah Peduli Cabang Lampung, Minggu (2/12/2018). FOTO: RILISLAMPUNG.ID/El Shinta

RILIS.ID, Bandarlampung – Ardi, bayi berumur berumur 11 bulan ini hanya bisa tergolek di selapis kasur di lorong kamar Rumah Singgah Peduli Cabang Lampung. Ia tampak tenang mengamati cahaya dan semilirnya angin yang berhembus dari jendela yang terbuka.

Minan (36), ayah Ardi terlelap di ujung kasur terbangun saat istrinya Daryatun (31) mendekati sang buah hati. Daryatun dengan hati-hati memperbaiki posisi Ardi agar tidur terlentang. Rengekan keluar dari bibir kecil Ardi. Dari sudut matanya, Ardi langsung terdiam mengetahui ada orang asing yang datang.

Ardi memiliki kondisi spesial daripada bayi lainnya. Ardi memiliki ukuran kepala besar yang tak normal untuk anak seusianya.

Mata Ardi seperti tertarik dengan kepalanya yang membesar. Ardi mengidap penyakit hidrosefalus (hydrocephalus) atau kondisi penumpukan cairan di dalam otak yang mengakibatkan meningkatnya tekanan pada otak.

“Sewaktu lahir, Ardi normal kok tidak ada tanda-tanda sakit. Tapi saat Ardi berumur 10 hari, dia panas tinggi dan kejang-kejang. Saya dan istri saya langsung bawa ke Rumah Sakit Santa Maria di Metro, rawat inap selama 15 hari di sana. Kata dokter tidak ada sakit apapun, hanya panas biasa,” tutur Minan kepada rilislampung.id, Minggu (2/12/2018).

Sejak kepulangannya dari rumah sakit, Minan mengaku Ardi menjadi lebih rewel. Setiap malam, bayi kecilnya terus menangis tanpa sebab. Hingga usianya menginjak dua bulan, terjadi perubahan fisik dibagian kepala Ardi.

“Waktu umurnya dua bulan itu, kepala bagian belakangnya itu jadi membesar, cembung di bagian atasnya. Saya langsung bawa ke dokter dan diperiksa hasilnya kena hidrosefalus. Jalan satu-satunya hanya dioperasi, tapi usianya terlalu kecil. Jadi kami hanya bisa menunggu hingga usianya cukup,” tutur Minan.

Penantian keluarga kecil di Bratasena, Tulangbawang ini akhirnya terjawab. Pada 27 November lalu, Ardi akhirnya menjalani operasi penyedotan cairan dan pemasangan selang di kepala di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM).

“Sempat opname selama beberapa hari di Ruang Kemuning. Ini sudah mulai ada perubahan, kepalanya sedikit mengecil dan tulang di bagian kepalanya mulai kelihatan,” ucap Minan seraya tersenyum melihat Ardi.

Ibunda Ardi, Daryatun mengaku bangga dengan jagoan kecilnya. Meski tengah berjuang dengan penyakitnya, Ardi justru tidak rewel dan seolah menguatkan hati kedua orangtuanya.

“Mau makan kok, susu juga tetap mau. Kalau nangis mungkin karena merasakan sakit di kepalanya, kita nggak tahu apa yang dia rasa, karena belum bisa bicara,” ungkapnya.

Ia berharap, buah hatinya akan segera sembuh dan tumbuh seperti anak normal lainnya.

“Hari selasa besok kontrol lagi ke dokter, semoga ada hasil yang baik. Besok Ardi ulang tahun yang pertama,” tutup Daryatun.(*)

Editor Adi Pranoto


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID