Ayo, Bijak di Media Sosial! “Saring sebelum sharing” - Bimtek DPRD Lampung Tengah - RILIS.ID
Ayo, Bijak di Media Sosial! “Saring sebelum sharing” - Bimtek DPRD Lampung Tengah
kontributor kontributor
Rilis.id
Minggu, 2019/05/26 16.37

RILIS.ID, ; RILIS.ID, BANDARLAMPUNG - Penduduk Indonesia terbilang sangat akrab dengan media sosial. Untuk pengakses Facebook, Instagram, WhatsApp, hingga YouTube saja, disetujui mencapai lebih dari 80 persen.

 

Angka itu didapat dari hasil survei Globalwebindex yang dirilis pada Januari 2019 yang dilakukan surveynya kepada responden yang usianya 16-64 tahun. Terkait, masyarakat mengakses medsos untuk komunikasi, bisnis, pemasaran, dan menambah jaringan atau teman. Karena diminta, diperlukan etika untuk kompilasi berselancar di medsos.

 

Demikian disampaikan Direktur Utama Rilis.id Group kompilasi menjadi nara sumber dalam acara bimbingan teknis (Bimtek) yang diadakan oleh DPRD Lampung Tengah (Lamteng) periode 2014-2019 di Hotel Novotel Lampung, Sabtu (25/5/2019).


Dalam acara itu, Wira-sapaan akrab Wirahadikusumah- juga sempat mengulas tentang Netiket. Yakni, etika dalam diskusi lewat internet. Mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam ini juga membahas tentang peradilan hukuman dalam UU ITE bagi siapa pun yang melakukan ujaran kebencian dan melarang lainnya yang tidak sesuai dengan UU tersebut.


Menurutnya, bebas membuat konten atau komentar di medsos bukan berarti bebas membuat atau mengucapkan ujaran kebencian, membuly, menghina, atau mencemarkan nama baik.


”Ayo, pererat persaudaraan dengan medsos, bukan malah memecah keragaman! Bijaklah dalam bermedsos. Saring sebelum berbagi! ”Ingatnya.


Pada acara itu juga, Wira bersama para anggota DPRD Lamteng membahas tentang langkah pemerintah dalam mengakses medsos.


Menurut Wira, nyata berbicara mengemukakan pendapat, baik di dunia nyata, juga dunia maya, adalah hak yang didukung oleh negara dan hukum internasional. Pasal 28e, dan 28 F UUD 1945 dan ayat 19 Konvenan Sipil PBB.
”Pastinya, pemerintah memiliki persetujuan dengan persetujuan akses medsos kemarin kendati memang sesuai dengan saya menabrak aturan-aturan tersebut. Tapi saya belum tahu, sudah segawat apa negara ini sampai medsos diblokir, ”ucapnya.


Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Lampung Tengah Riaagus Ria meminta maaf atas pertimbangan diskusi tentang medsos. Dia mengatakan, beberapa anggota DPRD masih ada yang awam dengan dunia medsos. Salah satunya antara hoax dan fakta.


Karenanya, materi medsos ini sangat menarik dan cukup bagus. Selain itu, dari medsos tampaknya kita bisa berbisnis untuk mendapatkan keuntungan, ”ucapnya. (*)

Laporan Reporter TV RILIS.ID Lampung Kalbi Rikardo dan Tri Nur Imansyah dari Bandar Lampung.



Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID