Bakauheni Membludak, Kendaraan Pemudik Tertahan Berjam-jam hingga JTTS - RILIS.ID
Bakauheni Membludak, Kendaraan Pemudik Tertahan Berjam-jam hingga JTTS
M. Amir Syaripudin
Minggu | 09/06/2019 12.53 WIB
Bakauheni Membludak, Kendaraan Pemudik Tertahan Berjam-jam hingga JTTS
Kemacatan di KM 41 tol Terbanggibesar-Bakauheni akibat sistem buka tutup jalur yang dilakukan PT Hutama Karya di setiap exit tol, Minggu (9/6/2019). FOTO: RILISLAMPUNG.ID /M. Amir Syaripudin

RILIS.ID, Lampung Selatan – PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Bakauheni tampak kewalahan menghadapi puncak arus balik Lebaran tahun ini pada Sabtu (8/6/2019) malam.

Buktinya, ratusan kendaraan yang hendak menyeberangi Selat Sunda harus tertahan hingga berjam-jam di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan. Pemudik terpaksa rela mengantre selama lima jam untuk masuk ke dalam kapal Ro-Ro (roll on - roll off).

Kondisi ini dikeluhkan Ketua PWI Cabang Tangerang Selatan (Tangsel) Edi Junaidi, yang hendak menyeberang ke Pelabuhan Merak, Banten, Sabtu (8/6/2019) malam.

"Saya selaku pemudik sekaligus pengguna jasa kapal yang dikelola ASDP Bakauheni kecewa, karena sudah dibohongi petugas ASDP. Tadi saya antre di loket eksekutif, tapi setelah satu jam mengantre, malah disuruh ke loket dermaga reguler, karena di sana langsung berangkat kapalnya," ujar pria berusia 47 tahun ini.

Parahnya, lanjut Edi, kendaraannya juga tidak kebagian kapal sesampainya di dermaga reguler. Padahal ia bersama ratusan kendaraan lain sudah sudah mengantre tiga jam lebih di dermaga tersebut.

"Saya sudah tiga jam di dermaga reguler tapi tidak juga naik, soalnya petugas ASDP memberikan informasi kalau di dermaga eksekutif ada kapal sekitar pukul 03.00 WIB," ungkapnya.

Untuk menghambat membludaknya kendaraan yang masuk ke Pelabuhan Bakauheni, pihak ASDP diketahui meminta bantuan PT Hutama Karya untuk melakukan sistem buka tutup jalur, mulai dari KM 38, 27 dan 14.

"Buka tutup jalur ini bukan kemauan kami, silakan tanyakan pihak ASDP Bakauheni, kenapa mereka tidak mampu menampung pemudik yang berada di JTTS (Jalan Tol Trans Sumatera)," ujar salah satu petugas tol yang enggan disebutkan namanya.

Hingga berita ini diturunkan, PT Hutama Karya (PT HK) belum bisa dikonfirmasi. Begitu juga Kasatlantas Polres Lamsel AKP Kasyfi Mahardika. Pesan WhatsApp yang dikirim Rilislampung.id tak kunjung dibalas. (*)

 

 

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID