Balai Keratun Terkunci, Pengungsi Anak-anak dan Lansia Terlantar - RILIS.ID
Balai Keratun Terkunci, Pengungsi Anak-anak dan Lansia Terlantar
Taufik Rohman
Jumat | 02/08/2019 21.38 WIB
Balai Keratun Terkunci, Pengungsi Anak-anak dan Lansia Terlantar
Warga yang mengungsi di Kantor Gubernur Lampung tidak diperbolehkan masuk ke Balai Keratun, Jumat (2/8/2019). FOTO: RILISLAMPUNG.ID/Taufik Rohman

RILIS.ID, Bandarlampung – Pasca gempa yang mengguncang Lampung, ribuan warga pesisir Kota Bandarlampung berhamburan keluar rumah dan memilih mengungsi di Kantor Gubernur Lampung.

Namun, kedatangan para pengungsi terkesan lambat ditangani Pemerintah Provinsi Lampung.

Pantauan Rilislampung.id di lapangan, Jumat (2/8/2019) sekira pukul 21.10 WIB, warga yang panik tidak diperbolehkan masuk ke dalam Balai Keratun. Alasannya, gedung tersebut masih terkunci.

Bahkan sejumlah pengungsi yang ingin masuk untuk membuang air kecil juga tidak diperbolehkan dengan alasan belum mendapatkan perintah dari atasannya.

“Kalau arahannya warga disuruh kumpul di lapangan, tapi enggak ada yang mau, kalau untuk masuk belum ada arahan dari pimpinan," ujar salah seorang anggota Satpol PP yang sedang berjaga di depan Balai Keratun.

Melihat kondisi tersebut, salah seorang pengungsi bernama Eka mengaku kecewa dengan pelayanan Satpol PP yang tidak membuka kunci Balai Keratun.

Warga Kotakarang ini mengaku kedatangannya ke kantor gubernur karena panik dengan adanya gempa berpotensi tsunami seperti diumumkan BMKG.

“Sampai di sini kami ditelantarkan, padahal kami hanya ingin numpang sebentar," katanya.

Salah seorang pengungsi lainnya, Didik kecewa dengan pemerintah karena warga yang datang tidak diperbolehkan masuk ke dalam gedung.

“Lihat aja mas, kan banyak yang bawa anak kecil, selain itu warga ada yang hamil dan lansia, masa suruh di lapangan," keluhnya. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID