Bank Lampung Realisasikan Pemasangan 616 Tapping Box hingga November - RILIS.ID
Bank Lampung Realisasikan Pemasangan 616 Tapping Box hingga November
[email protected]
Kamis | 28/11/2019 15.15 WIB
Bank Lampung Realisasikan Pemasangan 616 Tapping Box hingga November
FOTO: IST

RILIS.ID, Bandarlampung – Sebanyak 616 unit mesin alat perekam (tapping box) sudah terpasang di sembilan daerah di Lampung. Realisasi ini sampai akhir November 2019.

Direktur Utama Bank Lampung Eria Desomsoni menyatakan bahwa Bank Lampung telah menganggarkan pada tahun ini untuk pemasangan 1.105 tapping box.

"Saat ini baru sembilan kabupaten/kota yang telah memanfaatkan. Ini sebagai bukti  dukungan Bank Lampung untuk berkontribusi atas pembangunan di daerah secara berkelanjutan melalui peningkatan disektor penerimaan pajak daerah," kata Eria dalam keterangan tertulisnya yang diterima Rilislampung.id, Kamis (28/11/2019).

Ia menilai tapping box dianggap berperan aktif untuk meningkatkan penerimaan daerah yang bersumber dari pajak daerah.

"Transaksi objek pajak telah
memberikan dukungan pada peningkatan pendapatan daerah hingga lebih dua kali lipat," ujarnya.

Pemasangan tapping box di sektor hiburan, restoran, hotel dan parkir, memperlihatkan adanya perbedaan penerimaan daerah yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Lebih jauh, Eria menyatakan untuk satu unit alat mesin perekam, Bank Lampung
menyewa dengan nilai Rp660.000 per unit setiap bulan kepada vendor.

"Berdasarkan data yang ada
pada kami, seperti di Kota Bandarlampung telah terpasang 300 unit alat perekam dan
mengalami rata-rata pertumbuhan pajak mencapai 129 persen sampai dengan September 2019. Realisasi penerimaan Rp 108.706.640.473," paparnya.

Di Kabupaten Lampung Selatan telah terpasang sebanyak 60 unit tapping box. Hasilnya, pertumbuhan pajak hingga September 2019 mencapai 254 persen atau sebesar Rp2.593.236.717.

"Sementara  kabupaten/kota yang lain masih belum terlihat, mengingat baru dilakukan pemasangan," ujar Eria.

Lulusan Master of Business Administration (MBA) Saint Louis University, Amerika Serikat, ini menegaskan bahwa pemasangan tapping box membutuhkan konsistensi serta pengawasan dari pemerintah daerah setempat.

"Karena secanggih apapun alat yang
terpasang tanpa pengawasan menjadi tidak ada artinya. Pelaku usaha juga harus
mempunyai kesadaran untuk taat membayar pajak kepada pemda, apalagi hal ini telah mendapat pendampingan dan pengawasan dari KPK," jelas mantan Inspektur BRI Makassar ini.

Menurut Eria, bantuan pengadaan alat perekam ini hanya bersifat sementara. Ia berharap kedepannya setiap pemerintah daerah se-Provinsi Lampung mengalokasikan anggaran di APBD masing-masing daerah.

"Termasuk peningkatan kompetensi pada Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) yang menangani sistem ini agar tidak tergantung kepada vendor," tandasnya. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID