Beri Pelatihan di Bimtek Bawaslu, Wirahadikusumah: Jangan Takut Menulis! - RILIS.ID
Beri Pelatihan di Bimtek Bawaslu, Wirahadikusumah: Jangan Takut Menulis!
Kalbi Rikardo
Selasa | 10/12/2019 08.27 WIB
Beri Pelatihan di Bimtek Bawaslu, Wirahadikusumah: Jangan Takut Menulis!
Wirahadikusumah saat mengisi materi Bimtek Peliputan dan Penulisan Berita kepada staf humas dan hubungan antar lembaga Bawaslu se-Lampung./FOTO KALBI RIKARDO/RILISLAMPUNG.ID

RILIS.ID, BANDARLAMPUNG – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lampung menggelar bimbingan teknis (Bimtek) tentang peliputan dan penulisan berita di lingkungan Bawaslu se-Lampung.

Kegiatan yang diikuti staf humas dan hubungan antar lembaga Bawaslu se-Lampung itu dilaksanakan selama dua hari sejak Senin-Selasa (9-10/12/2019) di Hotel Bukit Randu.

Beberapa pemateri dihadirkan dalam kegiatan itu. Di antaranya Direktur Utama Rilislampung.id Wirahadikusumah.

Pria yang juga Wakil Ketua Bidang Pendidikan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung itu menyampaikan materi sekitar tiga jam sejak pukul 19.30 WIB hingga 22.30. Materi yang disampaikannya tentang ”Peran Strategis Media Massa dalam Pembentukan Performance Lembaga Publik”.

Dalam paparannya, Wira- sapaan akrab Wirahadikusumah- meminta peserta pelatihan juga memahami dunia pers. Terlebih seseorang yang bertugas di bidang kehumasan.

Sebab, media massa adalah mitra kerja yang baik bagi Bawaslu. Terutama untuk membentuk performance lembaga penyelenggara pemilu tersebut.

”Jadikan media massa itu mitra kerja, sebab performance lembaga Anda bisa terbentuk dengan baik juga bisa melalui media. Karena, media memiliki fungsi kontrol. Juga publikasi,” katanya.

Untuk menjadi mitra kerja yang baik dengan media massa, hendaknya staf humas juga memahami tugas dan fungsi wartawan. Juga beberapa aturan dalam dunia pers. Seperti UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

”Anda akan mudah berinteraksi dengan wartawan, ketika memang sudah mengetahui tugas dan fungsinya,” ucapnya.

Dalam materinya, Wira juga menyinggung tentang kebebasan pers. Menurut dia, kebebasan pers bukan hak milik wartawan saja. Atau pengelola media saja. Tetapi merupakan milik publik.

Dia menjelaskan, penyalahgunaan kebebasan pers dalam masyarakat seringkali disalahgunakan oleh insan pers itu sendiri.

’Biasanya bentuk-bentuk penyalahgunaan kebebasan pers itu seperti, penyajian informasi yang kurang akurat, tidak objektif, bias/sensasional, tendensius, menyebar kebohongan, dan lain sebagainya,” paparnya.

Ia berharap kepada semua pihak agar tidak segan melaporkan oknum wartawan yang melanggar kode etik jurnalistik atau UU Pers ke Dewan Pers. Saat itu, Wira juga memaparkan bagaimana cara melaporkannya kepada peserta pelatihan.

”Jika Anda sudah membaca UU Pers dan kode etik jurnalistik dan menemukan wartawan yang melanggarnya, silakan laporkan ke Dewan Pers. Jangan takut!” imbaunya.  

Dalam kesempatan itu, Wira juga sempat berbagi pengalaman dan teknik menulis berita kepada peserta pelatihan.

Dia memaparkan, persoalan yang sering ditemui adalah bingung saat akan memulai menulis. Padahal, kegiatan menulis sudah dilakukan sedari kecil.

Untuk itu, ia menyarankan kepada peserta pelatihan berani menulis. Terlebih bagi yang bekerja di bidang kehumasan.

”Jangan takut di bully. Atau diejek teman dan lainnya. Karena merasa tulisan kita jelek. Tulis aja dulu!” pesannya.(*)


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID