Bawaslu Putuskan Caleg PKB Kadafi Bersalah - RILIS.ID
Bawaslu Putuskan Caleg PKB Kadafi Bersalah
[email protected]
Senin | 04/03/2019 12.55 WIB
Bawaslu Putuskan Caleg PKB Kadafi Bersalah
Sidang Putusan Bawaslu Kota Bandarlampung soal Caleg DPR RI PKB M. Kadafi. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ Taufik Rohman

RILIS.ID, Bandarlampung – Bawaslu Kota Bandarlampung memutuskan bahwa caleg DPR RI Dapil Lampung I dari PKB, M. Kadafi terbukti melanggar aturan kampanye pemilu 2019. Hal itu terungkap dalam sidang putusan dugaan pelanggaran administrasi pemilu 2019 yang digelar Bawaslu Kota Bandarlampung, Senin (4/3/2019).

Sidang dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Sidang, Candrawansah yang juga Ketua Bawaslu Kota Bandarlampung.

"Menyatakan terlapor terbukti secara sah melakukan pelanggaran administrasi pemilu. Karena yang bersangkutan mengetahui aturan kampanye pemilu 2019," kata Candra saat membacakan putusan.

Kemudian, kata Candra, Bawaslu Kota Bandarlampung merekomendasikan Bawaslu Provinsi Lampung untuk memberikan teguran tertulis kepada Kadafi.

"Memberikan teguran tertulis kepada terlapor melalui Bawaslu Provinsi Lampung yang ditembuskan ke KPU Provinsi Lampung," jelasnya.

Terpisah, Kuasa Hukum M. Kadafi, Sumarsih menilai putusan dalam persidangan terhadap kliennya kurang tepat. Karena, dalam pengembangan persidangan dikatakan bahwa Khadafi mengetahui penempelan stiker di angkutan online (Grab Car).

Meski demikian, pihaknya menghargai proses sidang yang digelar Bawaslu Kota Bandarlampung.

"Kami sangat menghargai proses persidangan ini. Namun demikian, kami menganggap hal tersebut (keputusan sidang) kurang tepat," katanya usai sidang.

Sumarsih menyebutkan, bahwa, selama persidangan tidak ada bukti yang menyatakan bahwa kliennya mengetahui penempelan stiker tersebut.

"Tapi tadi dalam pengembangan sidang, dikatakan klien kami dikatakan mengetahui pemasangan stiker tersebut. Padahal, selama persidangan tidak ada bukti yang menyatakan klien kami mengetahui penempelan stiker," kata dia.

Untuk itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kadafi terkait langkah - langkah hukum selanjutnya. Apakah dibawa ke Bawaslu RI atau tidak.

"Kalau kami melihatnya, berpeluang besar permohonan koreksi kami akan dikabulkan oleh Bawaslu RI," tandasnya.

Sebelumnya, Sumarsih menyangkal tuduhan Panwascam Kedaton yang juga penemu dugaan pelanggaran administrasi pemilu kliennya.

Dirinya membantah jika kliennya telah memasang Alat Peraga Kampanye (APK) berupa stiker di mobil angkutan taksi online (grab car) sebanyak 29 stiker.

Dalam sidang pemeriksaan yang dimediasi oleh Bawaslu Kota Bandarlampung, Kamis (21/2/2019) lalu, Sumarsih menilai penemu belum bisa memastikan adanya 29 stiker kliennya yang terpasang di mobil grab.(*) 

Editor Adi Pranoto


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID