Bawaslu Tuntaskan 14 Kasus Administrasi Pemilu se-Lampung - RILIS.ID

Bawaslu Tuntaskan 14 Kasus Administrasi Pemilu se-Lampung
Taufik Rohman
Jumat, 2019/01/11 12.57
Bawaslu Tuntaskan 14 Kasus Administrasi Pemilu se-Lampung
Ketua Bawaslu Lampung Fatikhatul Khoiriyah. FOTO: RILISLAMPUNG.ID

RILIS.ID, Bandarlampung – Selama tahapan kampanye telah dimulai sejak September lalu hingga Januari, Bawaslu menangani sejumlah kasu pelanggaran pemilu, baik di Kabupaten/ Kota hingga Provinsi Lampung.

Ketua Bawaslu Lampung Fatikhatul Khoiriyah menyebutkan selama itu, pihaknya sudah menangani beberapa kasus baik yang didapatkan dari laporan masyarakat maupun temuan Panwaslu. 

"Jadi setelah kita rekap per 4 Januari itu sudah ada total kasus yang bersumber dari laporan  sebanyak 5 kasus, kemudian temuan sebanyak 15 kasus dan seluruhnya sudah diregistrasi," kata Khoir, sapaannya, Jumat (11/1/2019).

Menurutnya dari perkara yang berupa temuan maupun pelanggaran itu ada yang menghasilkan pelanggaran administrasi, pidana pemilu, ketidaknetralan ASN.

“Untuk pidana pemilunya, 9 kasus namun hasilnya seluruh kasus tidak terbukti. Kemudian ada ketidaknetralan ASN ini ada 4 kasus ada di Pesisir Barat, Bandarlampung, Lampung Timur, dan Mesuji,” jelasnya.

Kemudian kata alumni Fakultas Syariah UIN Raden Intan Lampung itu, di tingkat Provinsi ada penanganan pidana pemilu 1 laporan yang akhirnya diputuskan tidak terbukti.

Sementara itu untuk pelanggaran pemilu yang berbentuk pelanggaran administrasi ada 4. Tiga diantaranya berhasil diputuskan terbukti dan peserta pemilu mendapatkan sanksi yang diberikan dari Bawaslu.

“Kalau untuk penanganan kasus administrasi oleh Bawaslu kabupaten/kota ada 14 kasus yang berhasil diregistrasi. Seluruhnya pelanggaran administrasi yang menghasilkan 10 pelanggaran dinyatakan terbukti, sementara sisanya tidak,” tegasnya.

Terkait dengan penanganan pelanggaran pemilu di kabupaten Pesawaran, anggota Bawaslu setempat, Mutholib mengaku saat ini masih nihil. "Untuk pesawaran masih nihil," singkatnya.(*)

Editor Adi Pranoto


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)