BBPOM Bandarlampung Imbau Distributor Tarik Obat Hipertensi - RILIS.ID
BBPOM Bandarlampung Imbau Distributor Tarik Obat Hipertensi
El Shinta
Jumat | 25/01/2019 19.18 WIB
BBPOM Bandarlampung Imbau Distributor Tarik Obat Hipertensi
Kepala BBPOM Bandarlampung Syamsuliani. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/El Shinta

RILIS.ID, Bandarlampung – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Bandarlampung, bakal menarik obat hipertensi (darah tinggi) di Kota Tapis Berseri. Hal ini menyusul adanya instruksi dari BPOM Indonesia.

Seperti diketahui, BPOM Amerika atau Food and Drugs Administration (FDA) menemukan adanya zat pengotor N-Nitrosodiathylamine (NDEA) yang terdapat pada bahan baku Ibesartan dari perusahaan farmasi china yang terdapat pada obat hipertensi.

NDEA adalah zat yang diketahui berhubungan dengan resiko kanker dan efek kasinogenik lainnya yang dapat menimbulkan keracunan.  

“Artinya nanti kita juga akan lakukan penarikan tersebut, kan ada tenggang waktu. Kalau memang hasilnya sudah sesuai dengan yang beredar kita tinggal memonitor saja, sementara ini baru mengimbau untuk lakukan penarikan oleh distributor di Bandarlampung,” ujar Kepala BBPOM Bandarlampung Syamsuliani, Jumat (25/1/2019).  

Dia mengungkapkan, saat ini pihak BBPOM akan terus memantau ke lapangan dan melakukan imbauan penarikan tersebut para distributor untuk dapat memperhatikan yang menajdi konsen saat ini.  

“Kami juga mengharapkan kerjasama dari semua pihak yaitu dokter, rumah sakit dan apotek dan distributor terhadap obat ini (hipertensi). Kalau dokter jangan meresepkan lagi, apotek jangan melakukan pengadaan begitu juga distributor,” jelasnya.  

Hal ini juga sudah merupakan tindakan tegas dengan melarang untuk diedarkan lagi obat hipertensi tersebut. BPOM berharap semua distributor obat agar mematuhi peraturan yang ditetapkan saat ini, dikarenakan bahaya yang diakibatkan oleh obat tersebut.  

“BBPOM memberikan time line sampai waktu yang belum ditentukan, namun kita harap agar baik dokter, apotek dan distributor menghentikan peredaran obat hipertensi tersebut, jika masih terdapat ya akan kita kita ambil tindakan tegas,” pungkasnya.(*)

Editor Adi Pranoto


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID