Beginilah Perjalanan Karir Almarhum Profesor Kadir - RILIS.ID
Beginilah Perjalanan Karir Almarhum Profesor Kadir
Gueade
Rabu | 14/02/2018 10.09 WIB
Beginilah Perjalanan Karir Almarhum Profesor Kadir
Profesor Abdulkadir Muhammad. ILUSTRASI: RILIS ID/Sulis Wanto

RILIS.ID, – BANDARLAMPUNG - Kepergian Prof. Abdulkadir Muhammad jelas membuat dunia pendidikan berduka. Sebab, sudah begitu banyak sumbangsih pemikiran untuk ilmu pengetahuan yang telah diberikan kelahiran 16 Agustus 1937 di Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, itu.

Almarhum Prof. Abdulkadir Muhammad, menamatkan SMA Muhammadiyah tahun 1958 di Jogjakarta. Dia kemudian melanjutkan studi pada Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada dan lulus tahun 1966. Pada 1976, dia mendapat beasiswa ASEAN untuk memperdalam pengetahuan bahasa Inggris dan metode penelitian sosial di Singapura selama satu tahun dan mendapat diploma. 

Tahun 1960-1963, Kadir --demikian ia akrab disapa, pernah mengajar pada SMA Negeri di Tahuna Kabupaten Sangihe Talaud Provinsi Sulawesi Utara dalam rangka Program Pengerahan Tenaga Mahasiswa (PTM). Pada 1 Februari 1966 dia diangkat sebagai dosen Hukum Perdata dan Hukum Dagang pada Fakultas Hukum Universitas Lampung (Unila).

Kadir pernah memangku jabatan Dekan Fakultas Hukum Unila selama dua periode, yaitu 1972-1974 dan 1982-1985. Di samping itu, beliau adalah anggota Tim Inti Program Akta V (applied approach) Unila, anggota Dewan Penyunting Penerbit Unila, dan anggota Tim Panelis Badan Akreditasi Nasional (BAN) Perguruan Tinggi Depdiknas (1997-1999).

Jabatan akademik yang dipangkunya hingga sekarang adalah guru besar hukum dagang/perusahaan pada Fakultas Hukum Unila; Guru Besar Hukum dan Lembaga Keuangan; Hak Kekayaan Intelektual pada Program Studi Magister Ilmu Hukum; dan Hukum Bisnis pada Program Studi Magister Manajemen Program Pascasarjana Unila. 

Dia pernah mengikuti penataran/lokakarya bidang Hukum Keperdataan di Fakultas Hukum UGM di Jogjakarta (1972), Metodologi Penelitian di Unila (1978), penulisan buku ajar di Semarang (1981), Ilmu Budaya Dasar di Bukittinggi (1981), Akta V Baru (applied approach) di Padang (1988) dan Bogor (1990 dan 1995), serta Penerjemah dan Penyunting Buku Perguruan Tinggi di Bandung (1989). (*)


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID