Belajar IPS Menyenangkan dengan Literasi Kritis - RILIS.ID
Belajar IPS Menyenangkan dengan Literasi Kritis
[email protected]
Jumat | 16/03/2018 06.17 WIB
Belajar IPS Menyenangkan dengan Literasi Kritis
Aan Frimadona Roza, Guru IPS SMPN 2 Kasui, Waykanan

PROSES pembelajaran dapat dilakukan dengan menerapkan berbagai metode (Hariyono, 2014:193). Namun sebagaimana proses studi secara umum, pendidik sejak awal harus berusaha tidak mementingkan dan memuja diri sendiri. Mereka dituntut menyikapi peserta didiknya secara positif.

Proses kegiatan pembelajaran yang berjalan baik dan menyenangkan berdampak positif bagi perkembangan pikiran siswa, yang secara aktif dapat membangun pengetahuan yang sudah mereka miliki. Perbaikan pembelajaran dimulai dengan menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang mencerminkan model pembelajaran literasi kritis untuk meningkatkan proses dan hasil belajar.

RPP yang baik hendaknya memiliki kriteria; a) Keterkaitan dan keterpaduan antara standar kompetensi (SK), kompetensi dasar (KD), materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian dan sumber belajar dalam satu keutuhan dan, b) berpusat pada peserta didik untuk mendorong motivasi, minat, kreativitas, inspiratif, kemandirian dan semangat belajar.

Lalu, memperhatikan minat, motivasi belajar, potensi, kemampuan sosial, emosi, kecepatan belajar, latar belakang budaya dan/atau lingkungan peserta didik; d) Memuat rancangan program pemberian umpan balik positif, penguatan, pengayaan, dan remidi; e) Mempertimbangkan penerapan teknologi informasi dan komunikasi secara terintegrasi, sistematis, dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi; dan f) Langkah-langkah pembelajaran IPS dalam RPP disusun dengan menerapkan model pembelajaran literasi.

Pembelajaran konvensional yang didominasi oleh guru dengan metode ceramah dan sesekali diselingi tanya jawab menyebabkan tingkat aktivitas belajar siswa rendah. Oleh karena itu seorang guru harus senantiasa kreatif dalam menciptakan kondisi pembelajaran yang melibatkan aktivitas siswa secara optimal.

Sebagaimana pendapat Abidin (2014:6), pembelajaran merupakan proses yang berisi seperangkat aktivitas yang dilakukan siswa untuk mencapai tujuan belajar. Pembelajaran adalah proses yang menuntut siswa secara aktif dan kreatif melakukan sejumlah aktivitas. Hasil belajar yang diperoleh siswa menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan pelaksanaan pembelajaran literasi kritis, yang menjadi alternatif bagi guru untuk meningkatkan prestasi belajar siswa.

Hal ini didukung oleh pernyataan Slavin (2005), di mana salah satu alasan yang membuat pembelajaran kooperatif memasuki jalur utama praktik pendidikan, adalah untuk meningkatkan pencapaian hasil belajar para siswa.

Langkah-langkah penggunaan model pembelajaran literasi kritis sebagai berikut: 1) Membuka Pembelajaran, 2) Membagi teks literasi yang sudah ditetapkan, dalam hal ini teks yang dimaksud (video lagu Tanah Air karya Ibu Sud, video Masyarakat Madani dan kliping  berita koran) yang berkaitan dengan tema pembelajaran tentang Pranata dan Penyimpangan Sosial.

Berikutnya, 3) Meminta siswa menyimak teks tersebut dengan berbagai cara seperti bersama menonton, membaca (secara keras dan juga di dalam hati). Secara urutan langkah membaca sebagai berikut (a) meminta siswa menyimak (membaca dalam hati teks tersebut), (b) Lalu guru mengajak  bersama menyanyi sampai selesai (c) meminta tanggapan siswa tentang isi video berkenaan dengan tokoh dalam berita, apa masalah pokoknya, siapa yang salah dan bagaimana seharusnya penanganannya dan berkaitan dengan hal-hal realitas yang ada di lingkungan siswa.

Lalu, 4) internalisasi nilai, 5) Memberi sekilas info akan nilai-nilai Pranata dan penyimpangan Sosial, 6) Memberi penegasan akan adanya pro kontra dalam realitas kehidupan, 7) Memberi kesempatan bersikap/bertindak dalam kelompok maupun individu, 8) Meminta siswa untuk menuliskan pendapat dan rekomendasinya atas kasus di atas, dan 9) mempersilakan siswa untuk menyampaikan pendapatnya dan membuat kesimpulan pembelajaran.

Pemilihan model pembelajaran yang tepat guna melibatkan siswa secara aktif dalam kegiatan pembelajaran sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dengan demikian siswa merasa puas dengan hasil belajar yang dicapainya.

Menurut Degeng (2013:200), kualitas pembelajaran selalu terkait dengan penggunaan metode pembelajaran yang optimal untuk mencapai tujuan pembelajaran di bawah kondisi pembelajaran tertentu. Ini berarti untuk mencapai kualitas pembelajaran yang tinggi, bidang studi harus diorganisasi dengan strategi pengorganisasian yang tepat, dan selanjutnya disampaikan kepada siswa dengan strategi penyampaian yang tepat pula.

Model pembelajaran literasi kritis merupakan salah satu bentuk penerapan pembelajaran dengan pendekatan pedagogik kritis. Untuk memahami literasi kritis, kita harus memahami dulu apa itu literasi. Literasi pada dasarnya adalah kemampuan untuk membaca teks secara aktif dan refleksi dengan tujuan memperoleh pemahaman lebih baik dipergunakan sebagai pendekatan pembelajaran.

Teks dalam literasi kritis didefinisikan sebagai kendaraan bagi individu-individu untuk berkomunikasi satu sama lain dengan menggunakan kode-kode dan konvensi-konvensi yang diterima suatu masyarakat. Oleh karena itu lagu, dialog, gambar film dan sebagainya juga dipandang sebagai teks. Saat ini pemilihan bahan model pembelajaran literasi kritis banyak dan mudah didapat seiring perkembangan teknologi dan informasi.

Tuntutan pembelajaran IPS harus bermakna bukan sekadar hafalan, semakin memacu guru kian kreatif dalam mengelola dan melaksanakan pembelajaran. Karena itu, sangat penting bagi guru untuk lebih kreatif dan inovatif. Salah satunya dengan menggunakan model pembelajaran literasi kritis yang dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.

Model pembelajaran literasi dalam sintaks terdapat tahapan kegiatan berupa pemberian kesempatan kepada individu maupun kelompok untuk memberikan umpan balik berupa komentar atas apa yang disimak dan hasil pekerjaan lain. Tahap ini diyakini dapat membuat siswa tertantang untuk mengkritisi teks yang menjadi media pembelajaran dan hasil pekerjaan dari kegiatan belajar.

Selain itu tahap pemberian umpan balik ini juga semakin memperkaya informasi siswa berkaitan dengan materi pembelajaran karena dapat memperoleh tambahan informasi dari bahan teks yang dijadikan media pembelajaran.

Melalui penerapan model pembelajaran literasi kritis para siswa dapat aktif baik secara mental maupun fisik. Mencari jawaban atas pernyataan yang diberikan guru, mengamati, memikirkan, dan menganalisa sekaligus memberi saran ataupun tambahan jawaban yang dapat mengoptimalkan aktivitas siswa secara mental.

Demikian juga pergerakan seluruh siswa itu sendiri dapat mengoptimalkan gerak siswa secara fisik sekaligus menjadikan siswa mengikuti kegiatan pembelajaran dalam suasana gembira dan akrab serta menyenangkan dengan hal-hal baru yang mereka alami antara siswa satu dengan lainnya.

Secara umum model pembelajaran literasi kritis sangat efektif sebagai upaya meningkatkan aktivitas dan belajar siswa, memudahkan, dan ketuntasan belajar dapat tercapai. Proses terpenting yang menjadikan pembelajaran ini berhasil adalah peran guru dalam memilih pendekatan, sumber belajar, media belajar yang tepat, motivasi kegairahan dan antusiasme siswa mengikuti pembelajaran, motivasi bertanya, dan melakukan presentasi. (*)

Editor Gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID