Beraksi hingga Lampung, Calo CPNS Ini Raup Rp4,9 Miliar - RILIS.ID
Beraksi hingga Lampung, Calo CPNS Ini Raup Rp4,9 Miliar
[email protected]
Jumat | 30/03/2018 16.04 WIB
Beraksi hingga Lampung, Calo CPNS Ini Raup Rp4,9 Miliar
Ilustrasi: Rilis.id

RILIS.ID, Semarang – Banyak masyarakat Indonesia yang menganggap pegawai negeri sipil (PNS) adalah pekerjaan menjanjikan. Hal ini menginspirasi Maria Sri Endang (59). Ibu rumah tangga itu pura-pura bisa memasukkan seseorang sebagai calon PNS di kementerian mana saja.

Polisi telah meringkus perempuan asal Sendangmulyo, Tembalang, Semarang ini bersama dua anak buahnya. Masing-masing Windu Purbowo (30) warga Gabahan, Semarang Tengah, dan R Herry Sucipto (59) warga Pedurungan Semarang.

Daerah operasinya tak hanya di wilayah Semarang. Namun sampai ke Boyolali, Sragen, Demak, Pemalang. Bahkan hingga luar Jawa Tengah seperti Lampung, Surabaya, Medan, dan Bandung. Dari hasil tipu-tipu ini ia meraup Rp4,9 miliar.

Maria dalam perannya mengaku bekerja di Lembaga Administrasi Negara sehingga punya akses memasukkan orang sebagai CPNS. Windu membantu memberi penjelasan kepada calon korban dan menyerahkan SK pengangkatan CPNS palsu.

Sementara, Herry mendampingi korban untuk bertemu Maria. Para anak buah Maria mendapatkan jatah uang dari hasil menipu itu. "Dari peristiwa ini nilai kerugian sekitar hampir Rp5 miliar. Banyak korban yang belum melapor," tandas Kapolrestabes Semarang Kombes Abiyoso Seno Aji saat ekspose Kamis (29/3/2018).

Korban yang melapor saat ini berjumlah 14 orang dan masih akan terus bertambah. Polisi juga memburu anak Maria, Wisuda Sunyoto (38) alias Wiwis yang berperan mempersiapkan SK pengangkatan CPNS palsu untuk diserahkan ke korban.

Maria mengaku selama beraksi selalu menyetor uang ke Wiwis dan pria yang dikenalnya bernama Simanjuntak. Sedangkan Herry dan Windu mengaku awalnya merupakan korban, namun akhirnya ikut membantu Maria menipu.

"Dulu anak saya katanya punya kenalan yang punya SK-SK. Uang saya setor ke anak," ujar Maria yang beraksi sejak 2012 seperti dilansir dari detik.com. Untuk yang berijazah SMA ia meminta Rp150 juta dan S1 Rp200 juta. Polisi menjerat tiga tersangka pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman empat tahun penjara. (*)

Editor Gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID