Bersejarah, Lampu Mercusuar ’Korban’ Krakatau Pindah ke Pemkot - RILIS.ID
Bersejarah, Lampu Mercusuar ’Korban’ Krakatau Pindah ke Pemkot
El Shinta
Rabu | 30/10/2019 20.18 WIB
Bersejarah, Lampu Mercusuar ’Korban’ Krakatau Pindah ke Pemkot
Wali Kota Bandarlampung Herman HN meninjau lokasi lampu mercusuar di Gedungpakuon, Rabu (30/10/2019). FOTO: RILISLAMPUNG.ID/El Shinta 

RILIS.ID, Bandarlampung – Wali Kota Bandarlampung Herman HN bakal memindahkan salah satu benda bersejarah. Yakni lampu mercusuar yang terhempas akibat letusan Gunung Krakatau 1883 silam.

Rencananya pemindahan tersebut dilakukan Kamis pagi (31/10/2019) besok.

Herman datang langsung meninjau benda yang menjadi saksi hidup dari kedahsyatan letusan Krakatau saat itu.

Lampu mercusuar tersebut terletak di belakang Musala Nurul Iman di Jalan WR Supratman Gang Kemas Suara RT 11 LK III, Gedungpakuon, Telukbetung Selatan.

”Nanti kita pindahkan ke kantor wali kota. Kalau di sini kan nggak ada yang melihat. Tadi saya lihat bawahnya sudah hancur karena kena air terus. Tapi nggak apa-apa nanti dibagusin,” kata Herman.

Ia mengungkapkan, setelah dipindahkan ke kantor Pemerintah Kota Bandarlampung, lokasi awal penemuan lampu mercusuar akan dibuatkan prasasti.

”Ini asli dan milik negara. Prasasti bertuliskan bahwa benda tersebut pernah ada di situ. Jadi akan diingat terus,” ungkapnya. 

Camat Telukbetung Selatan, Ichwan Adji Wibowo, mengatakan pada awalnya wali kota memerintahkan camat untuk melacak keberadaan barang peninggalan peristiwa meletusnya Gunung Krakatau 1883 silam.

Setelah ditelisik oleh lurah dan menelusuri cerita para orang tua, benda tersebut memang ’korban’ dari gempa dan tsunami dari gunung berapi paling berbahaya di dunia tersebut.

”Dan sejak awal lampu mercusuar itu ada di sana, tidak pernah dipindahkan. Cerita dari mulut ke mulut sudah banyak yang berusaha memindahkannya, tapi tidak pernah berhasil,” paparnya.

Dia berharap mudah-mudahan dengan inisiatif dari Wali Kota benda itu bisa terangkat.

Ichwan mengungkapkan, proses pemindahan akan dilakukan Dinas Pekerjaan Umum. Pemindahan tersebut membutuhkan banyak peralatan dan akan menggunakan mobil truk untuk mengangkatnya.

”Besok tembok milik gudang sebelah akan dibongkar karena letaknya yang terlalu sempit dan susah diakses. Setelah dipindahkan langsung dibawa ke kantor wali kota untuk dijadikan monumen,” pungkasnya. (*)

 

Editor gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID