Biaya PSTL di Desa Suak Rp400 Ribu, BPN Lamsel Pastikan Pungli - RILIS.ID
Biaya PSTL di Desa Suak Rp400 Ribu, BPN Lamsel Pastikan Pungli
M. Amir Syaripudin
Senin | 04/03/2019 13.33 WIB
Biaya PSTL di Desa Suak Rp400 Ribu, BPN Lamsel Pastikan Pungli
Kades Suak, Abdullah sedang memberikan pelayanan kepada Sahrul (42) warga setempat yang mengikuti PTSL. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/M Amir Syaripudin

RILIS.ID, Lampung Selatan – Pelaksanaan Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) atau yang biasa disebut prona di Lampung Selatan (Lamsel), masih ada kepala desa (Kades) yang tidak mengikuti aturan BPN.

Di Lamsel, Penerbitan PTSL hanya dikenai biaya Rp200 ribu. Itu merujuk keputusan bersama tiga menteri yaitu Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.

"Kalau di BPN gratis tidak dipungut biaya, kades hanya boleh memungut 200 ribu rupiah untuk biaya pembelian patok, honor panitia, dan surat menyurat," beber Kepala BPN (Badan Pertanahan) Nasional) Lamsel Sismanto, Senin (9/3/2019).

Sehingga, jika ada kades yang memungut lebih Rp200 ribu, maka Sismanto memastikan itu merupakan pungli (pungutan liar).

"Ya begitu, kalau lebih dari 200 ribu rupiah maka bisa dikatakan pungli, karena telah melanggar keputusan tiga menteri," tambahnya.

Sementara, Kades Suak Kecamatan Sidomulyo, Abdullah mengakui telah melakukan pungutan sebesar Rp400 ribu.

Abdullah juga membeberkan, rincian pungutan tersebut untuk biaya administrasi desa, kas desa, dan setoran biaya PTSL.

"Biaya PTSL nya kan Rp200 ribu, nah yang Rp200 ribu lagi untuk biaya pengukuran, kas desa, biaya surat menyurat di desa. Jadi kami tarik 400 ribu, yang semua dari 500 ribu," kilahnya.

Malah semula, dirinya memungut Rp500 ribu, tapi karena kuota peminat PTSL banyak, jadi diturunkan menjadi Rp400 ribu.

"Awalnya memang kami tarik 500 ribu, karena peminatnya banyak, jadi kami turunkan menjadi 400 ribu," ungkapnya di balai desa setempat.(*)

Editor Adi Pranoto


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID