Biaya Tes Psikologi SIM Bikin Warga Lampung Terhenyak - RILIS.ID
Biaya Tes Psikologi SIM Bikin Warga Lampung Terhenyak
kontributor kontributor
Rilis.id
Selasa, 2019/05/14 14.53

RILIS.ID, ; RILIS.ID, Bandarlampung – Terhitung 25 Juni 2018, pemohon pembuatan dan perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM) wajib mengikuti tes psikologi. Namun, minimnya sosialisasi membuat warga yang mengurus SIM terhenyak. Sebab, biaya yang harus dikeluarkan tidaklah sedikit. RABU (8/11/2019) siang. Jam di lengan Doni Indra menunjukkan pukul 13.00 Wib. Warga Gunungterang, Tanjungkarang Barat, Kota Bandarlampung itupun memarkirkan motor Honda Beatnya di kawasan Jalan Kimaja, Wayhalim. Laki-laki berusia 30 tahun inipun lalu menuju mobil pelayanan SIM keliling yang tak jauh dari tempatnya memarkir motor. Terlihat 2 orang di depannya yang tengah mendaftar untuk keperluan yang serupa, memperpanjang SIM melalui petugas di mobil pelayanan SIM Satlantas Polresta Bandarlampung. Sementara beberapa orang lainnya tengah duduk sembari mengerjakan sesuatu, persisnya seperti tengah mengisi lembar jawaban ujian. Tiba gilirannya untuk mendaftar. Ia pun menyerahkan berkas sejumlah persyaratan yang sudah dipersiapkan untuk memperpanjang SIM C nya. Termasuk, membayar uang perpanjangan SIM. Namun, ia langsung terhenyak. Sebabnya, petugas pendaftaran memintanya biaya yang tidak seperti biasanya. "Kalau sebelumnya kan kita cuma bawa fotocopy KTP terus surat keterangan sehat jasmani dan rohani aja. Nah sekarang ada tes psikologi. Dan bianyanya Rp100 ribu," kata Doni. (Berita ini bisa dibaca di Koran RILISID LAMPUNG, Senin 13 Mei 2019) Ia mengaku kaget dengan biaya itu, sebab dirinya baru mengetahuinya. Apalagi, total biaya perpanjangan yang harus dikeluarkan juga tinggi. "Kita disuruh bayar Rp100 ribu untuk psikotestnya, terus bayar tes kesehatan dari dokter itu Rp30 ribu, terus bayar uang cetak SIM itu Rp75 ribu untuk SIM C. Jadi total saya tadi bayar Rp205 ribu," keluhnya. Keluhan senada disampaikan oleh Riska Putri (24) warga Wayhalim, Bandarlampung. Menurut dia seharusnya petugas dapat lebih memaksimalkan sosialisasi mengenai tes psikologi tersebut. "Kita sih okelah ya kalau memang itu sudah aturan atau ketentuannya begitu. Tapi seharusnya lebih dimaksimalkan lagi sosialisasinya, jadi biar pemohon kayak saya enggak harus pulang lagi ke rumah karena uangnya kurang," lirih wanita yang mengenakan baju putih berbalut celana jins tersebut. Sementara disinggung terkait kinerja dalam pelayanan SIM keliling oleh Unit Satlantas Polresta Bandarlampung, dirinya menyatakan cukup baik. "Ya kalau untuk pelayanan SIM keliling ini saya rasa semua warga yang mengajukan disini pasti terbantu ya, karena kita gak mesti berdesak-desakan kayak di Polresta. Untuk pelayanan juga cukup baik. Cuma ya itu aja sih kurangnya sosialisasi soal tes psikologi," ujarnya. Menurut Akademisi Universitas Lampung Yusdianto Menyesalkan minimnya sosialisasi tes psikologi dalam pembuatan atau perpanjangan SIM. Apalagi, Biaya tes itu tidaklah murah. Maka, tak sedikit warga kaget dan kecewa saat mengurus sim. Menurutnya juga seharusnya Polri dapat Lebih transparan terkait hal tersebut, agar semua pembayaran di storkan langsung oleh pemohon ke dalam rekening Kas Negara.



Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID