Bikin Haru, Bocah di Lamteng tak Sekolah Demi Mengurus Ortunya - RILIS.ID
Bikin Haru, Bocah di Lamteng tak Sekolah Demi Mengurus Ortunya
Segan Simanjuntak
Jumat | 06/04/2018 15.59 WIB
Bikin Haru, Bocah di Lamteng tak Sekolah Demi Mengurus Ortunya
Reno Anwar, bocah berusia 8 tahun (kaos putih) terpaksa tak sekolah demi mengurus kedua orang tuanya, Mimin Sudarto (kiri) dan Jiyah (kedua dari kanan). FOTO: IST

RILIS.ID, Lampung Tengah – Mengharukan sekaligus memprihatinkan. Dua kata itu akan muncul ketika melihat kehidupan Reno Anwar, bocah berusia 8 tahun yang tak pernah mengenyam pendidikan di bangku sekolah sejak lahir ke dunia ini.

Bocah yang bermukim di Dusun Gajah Timur 4, Kotagajah Timur, Kotagajah, Lampung Tengah (Lamteng), itu harus rela kehilangan masa depannya demi mengurus kedua orang tuanya, Mimin Sudarto (50) dan Jiyah (50), yang sudah bertahun-tahun mengalami gangguan jiwa.

Reno bersama kedua ortunya tinggal di sebuah rumah berukuran 4 x 5 meter persegi dengan berdindingkan papan dan berlantaikan tanah. Reno hanya seorang diri mengurus ayah dan ibunya. Ia melakukan kewajiban itu hampir setiap hari.

Sementara dua saudaranya entah menghilang ke mana. Ada yang bilang turut orang di daerah Jawa, sedangkan yang satu lagi belum diketahui keberadaannya.

Brigadir Polisi Andri Puji Hartanto selaku Babinkamtibmas Kotagajah Timur mengaku prihatin dengan kondisi Reno Anwar yang terpaksa tak sekolah demi berbakti untuk orang tuanya.

Bocah yang semestinya sudah duduk di bangku kelas 5 SD itu bukan tidak memiliki niat untuk sekolah. Hanya saja, ibunya tak mengizinkan Reno menimba ilmu pengetahuan di sekolah.

“Alasan ibunya karena rumah mereka masih memprihatinkan. Padahal Reno sangat ingin sekolah. Hal itu sudah saya tanyakan langsung ke dia. Dan dia bilang, gelem (mau),” kata Andri ketika dikonfirmasi rilislampung.id melalui sambungan telepon, Jumat (6/4/2018).

Karena tak pernah mengenyam pendidikan di bangku sekolah, Reno harus ikhlas dengan segala ketertinggalan dari anak seusianya. Ia juga tidak bisa membaca dan menulis.

Selain menjalani rutinitasnya mengurus orang tua, Reno hanya berharap ada keajaiban yang bisa menyembuhkan kondisi ayah dan ibunya. Kedua ortu Reno mengalami gangguan jiwa karena depresi. Ibu Jiyah lebih dulu, kemudian disusul sang ayah.

“Informasi dari warga sekitar, Ibu Jiyah sempat depresi karena kondisi perekonomian. Karena Ibu Jiyah merasa di lingkungannya paling miskin adalah keluarganya. Kalau Pak Mimin karena menganggur cukup lama, ditambah lagi memikirkan istrinya yang sudah depresi lebih dulu,” terang Andri.

Kondisi Reno dan kedua orang tuanya luput dari perhatian Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah. Hingga saat ini, tidak ada bantuan pemerintah sampai ke rumah mereka.

Bantuan justru berdatangan dari warga sekitar. Sebagian warga prihatin dengan apa yang dialami Reno dan kedua orang tuanya. Mereka menunjukkan kepeduliannya dengan memberikan beras, makanan jadi, sayur mayur, pakaian, dan beberapa kebutuhan pokok lainnya. (*)


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID