Bobol Konter HP, Dua ABG asal Lampung Utara Diciduk - RILIS.ID
Bobol Konter HP, Dua ABG asal Lampung Utara Diciduk
Joni Efriadi
Rabu | 12/06/2019 10.55 WIB
Bobol Konter HP, Dua ABG asal Lampung Utara Diciduk
Polsek Tumijajar meringkus dua ABG yang terlibat dalam pencurian HP. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/Joni Efriadi

RILIS.ID, Tulangbawang Barat – Polsek Tumijajar berhasil menangkap dua ABG (anak baru gede) berinisial BS (14) dan NA (14). Sementara A, salah satu rekan mereka, masih buron.

Keduanya diduga terlibat dalam aksi pencurian dengan pemberatan (curat) dengan membobol konter HP Bumi Cell di Tiyuh Daya Asri, Kecamatan Tumijajar, Tulangbawang Barat (Tubaba), Selasa (28/5/2019).

Kapolsek Tumijajar AKP Dulhapid mengatakan, tersangka BS dan NA ditangkap di rumahnya masing-masing, pada Minggu (09/6/2019) sekira pukul 16.00 WIB.

“BS yang berstatus pelajar dan NA yang berstatus pengangguran. Mereka merupakan warga Desa Tata Karya, Kecamatan Abung Surakarta, Kabupaten Lampung Utara,” ujar Dulhapid, Rabu (12/6/2019).

Penangkapan tersebut berdasarkan laporan dari korban Ahmad Topik (32), warga Tiyuh Kagungan Ratu, Kecamatan Tulangbawang Udik, Tubaba.

Dalam laporannya, korban merugi sekitar Rp20 juta atas hilangnya 15 unit HP (handphone) berbagai merk di konter HP miliknya.

Pada Senin (27/5/2019), korban menutup dan mengunci pintu konter HP tersebut. Lalu korban pulang ke rumah mertuanya di Tiyuh Marga Kencana, Kecamatan Tulangbawang Udik.

Korban baru mengetahui kalau konter HP miliknya telah dibobol dari seorang saksi mata bernama Kecrot (40) melalui telepon.

“Berbekal laporan korban, petugas langsung melakukan penyelidikan hingga akhirnya dua tersangka berhasil ditangkap dengan barang bukti berupa tujuh kotak HP berbagai merk,” ujar Dulhapid.

Tersangka BS sebelumnya juga pernah melakukan aksi pencurian di salah satu toko spare part sepeda motor di Tiyuh Daya Murni, Kecamatan Tumijajar.

Keduanya sudah ditahan di Mapolsek Tumijajar dan akan dijerat dengan Pasal 363 ayat 1 ke-4 dan ke-5 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan.

“Diancam dengan pidana penjara paling lama 7 tahun,” pungkas Dulhapid. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID