Bos SGC Rela Tinggalkan Panen Tebu demi Bupati Tubaba dan Kopi Liberika - RILIS.ID
Bos SGC Rela Tinggalkan Panen Tebu demi Bupati Tubaba dan Kopi Liberika
Joni Efriadi
Kamis | 29/08/2019 15.43 WIB
Bos SGC Rela Tinggalkan Panen Tebu demi Bupati Tubaba dan Kopi Liberika
Bupati Tubaba Umar Ahmad sedang memaparkan potensi kopi Liberika di depan bos SGC Purwanti Lee di rumah Baduy Uluan Nughik, Tubaba, Kamis (29/8/2019). FOTO: RILISLAMPUNG.ID/Joni Efriadi

RILIS.ID, Tulangbawang Barat – Festival Tulangbawang Barat (Tubaba) 2019 kedatangan tamu istimewa, Kamis (29/8/2019). Tamu tersebut adalah Purwanti Lee alias Nyonya Lee.

Bos Sugar Group Companies (SGC) itu sengaja hadir demi memenuhi undangan Bupati Tubaba Umar Ahmad sekaligus mencicipi kopi Liberika, produk asli Tubaba.

Nyonya Lee pun terpaksa meninggalkan perusahaannya yang saat ini sedang proses panen tebu. Ini dilakukannya semata-mata ingin melihat langsung kemajuan daerah yang dipimpin Umar.

“Saya semestinya pada hari ini sangat sibuk di perusahaan saya, karena saat ini masih dalam proses panen tebu, namun saya melihat kegigihan dan semangat pak Umar dengan rakyatnya, saya sangat tersanjung,” katanya di rumah Baduy Uluan Nughik, Tubaba, Kamis (29/8/2019).

“Pak Umar benar-benar memikirkan kemajuan rakyatnya, sehingga sesibuk saya hari ini sempat mengajak rekan-rekan saya untuk menghadiri Festival Tubaba dan mencicipi kopi asli Tubaba," sambungnya.

Nyonya Lee menilai citarasa kopi Liberica berbeda dengan jenis kopi daerah lain. Menurutnya, kopi asal Tubaba tersebut memiliki citarasa khas.

"Saya akan ajak warga Tubaba untuk bekerjasama dengan kami untuk mengembangkan kopi Tubaba, kami siap menampung berapa saja, boleh saja 5.000 sampai 1.000 ton pertahunnya dengan sarat konsistensi warganya untuk terus mengembangkan dan membudidayakan kopi," ungkapnya.

Dia mengakui bahwa tanaman kopi di Lampung cukup melimpah dan memiliki citarasa masing-masing.

“Namun, apa salahnya Tubaba ikut andil dalam bisnis minuman ini,” katanya.

Diketahui, Rumah Kopi Ranin atau Rumah Tani Indonesia asal Kota Bogor sebagai pengracik kopi yang digagas Tejo Pramono dan Uji Sapitu.

Keduanya diundang langsung oleh Bupati Tubaba untuk meracik dan mencari kopi Tubaba yang didapatkan dari pekarangan rumah-rumah warga setempat.

Uji Sapitu menyebutkan Tubaba kaya akan kopi Liberika atau Excelsa dengan nama ilmiah coffea liberica var. dewevrei. Varietas tersebut ditemukan pertama kali pada tahun 1905 oleh August Chevalier.

"Oleh seorang botanis dan ahli taxonomi asal Perancis. Hingga saat ini, klasifikasi dan nama ilmiah kopi Excelsa masih diperdebatkan, tak heran bila kopi ini memiliki banyak nama sinonim," jelasnya.

Dia menambahkan kopi Excelsa tidak banyak diperdagangkan, di mana lebih dari 90 persen perdagangan kopi dunia didominasi jenis Arabika dan Robusta, sehingga budidayanya juga dilakukan secara terbatas.

"Di Indonesia kopi Excelsa bisa ditemukan di perkebunan kopi dataran rendah, seperti Jambi dan Kepulauan Riau. Namun, kopi jenis ini juga sama nikmatnya dengan kopi-kopi lain yang juga memiliki citarasa yang khas dan itu semua tergantung pada para penikmat kopi," tandasnya. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID