BPTD Pastikan Tak Ada Pungli Lagi di Jembatan Timbang - RILIS.ID
BPTD Pastikan Tak Ada Pungli Lagi di Jembatan Timbang
Bayumi Adinata
Kamis | 18/07/2019 23.37 WIB
BPTD Pastikan Tak Ada Pungli Lagi di Jembatan Timbang
Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VI Provinsi Bengkulu dan Lampung Rahman Sujana beserta jajarannya saat bersilaturahmi ke Graha Rilislampung.id (markas Rilislampung.id), Kamis (18/7/2019)./Foto Kalbi Rikardo Rilisid TV Lampung

RILIS.ID, Bandarlampung – Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VI Provinsi Bengkulu dan Lampung menargetkan Jembatan Timbang Blambangan Umpu di Kabupaten Waykanan dioperasikan tahun depan.

Langkah ini dilakukan lantaran adanya keluhan tentang banyaknya kendaraan yang melebihi muatan atau over dimension dan overloading (Odol) di antaranya kendaraan yang mengangkut batubara yang melintasi jalan nasional terutama di Waykanan.

Hal ini disampaikan Kepala BPTD Wilayah VI Provinsi Bengkulu dan Lampung Rahman Sujana saat bersilaturahmi bersama jajarannya ke Graha Rilis Lampung (markas Rilislampung.id), Kamis (18/7/2019).

Dalam kunjungannya itu, Rahman yang disambut Direktur Utama Rilislampung.id Wirahadikusumah menjelaskan, di Lampung sebenarnya ada tiga jembatan timbang. Selain di Waykanan, ada juga di Kecamatan Wayurang, Lampung Selatan, dan Kecamatan Simpangpematang, Mesuji.

”Nah, sejauh ini yang beroperasi baru jembatan timbang di Wayurang, Lampung Selatan yang diresmikan Oktober tahun lalu,” kata dia.

Menurutnya, beroperasinya kembali jembatan timbang Way Urang itu setelah pada 2017 pengelolaanya diambil alih Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dari Dinas Perhubungan Provinsi Lampung.

Rahman menjamin, sejak jembatan timbang diambil alih Kemenhub dan dikelola BPTD, tidak ada praktek-praktek pungutan liar (pungli). Dia menegaskan, siapapun yang melanggar akan diterapkan sanksi tilang.

”Silakan cek saja. Tidak ada lagi pungli. Jika ada oknum yang bermain, pasti kami proses!” tegas Perwira Menengah TNI AD berpangkat Kolonel ini.

Dia menjelaskan, saat ini jembatan timbang tidak lagi ditarget untuk mendapatkan pendapatan negara. Karenanya, saat ini fungsinya benar-benar murni untuk pengawasan terhadap kendaraan yang Odol.

”Jadi saat ini, selain kami tilang, kendaraan yang melanggar maka kami berlakukan penahanan selama satu hari satu malam. Karena itu kami minta kesadaran dari pemilik kendaraan agar tidak melebihi muatan yang telah ditentukan,” imbaunya.(*)


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID