Bravo 5 Lampung Kutuk Keras Aksi Teror Tiga Gereja di Surabaya - RILIS.ID
Bravo 5 Lampung Kutuk Keras Aksi Teror Tiga Gereja di Surabaya
[email protected]
Minggu | 13/05/2018 21.44 WIB
Bravo 5 Lampung Kutuk Keras Aksi Teror Tiga Gereja di Surabaya
Ketua BPH Bravo 5 Provinsi Lampung Andi Desfiandi. ILUSTRASI: RILISLAMPUNG.ID/Sulis Wanto

RILIS.ID, Bandarlampung – Ketua Badan Pengurus Harian (BPH) Bravo 5 Provinsi Lampung, Andi Desfiandi, mengaku merinding membaca air muka Presiden Joko Widodo saat menyampaikan keterangan resmi merespons pergerakan situasi. Tak tampak kebencian di raut wajah Kepala Negara.

“Yang terlihat semata-mata, ketegasan sikap seorang Kepala Negara, Panglima Tertinggi TNI, dan ungkapan dukacita mendalam negara kepada seluruh korban. Sebagaimana rakyat tidak boleh takut, negara tidak boleh kalah,” katanya dalam siaran pers, Minggu (13/5/2018).

Menurut Andi, Bravo 5 Lampung tak rela ideologi, praksisme dan pelaku terorisme dengan leluasa menghilangkan nyawa manusia yang sudah jelas dilarang dalam sudut pandang ajaran agama apapun dan hukum positif negara di dunia ini.

Untuk itu, masih kata dia, Presiden Jokowi memang harus mengambil tindakan tegas terhadap pelaku teror di negeri ini. Karena hingga Minggu (13/5/2018) sekitar pukul 18.30 WIB, tercatat 11 warga negara Indonesia yang tidak bersalah, tidak berdosa, meninggal dunia dan 41 luka-luka pascaledakan bom bunuh diri di tiga gereja di Kota Surabaya, Jawa Timur.

Serangan teror di tiga gereja di Surabaya ini menyusul para “anumerta” yang menjadi korban narapidana teroris di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, beberapa hari lalu.

Membaca dinamika ini, masih menurut Andi, BPH Bravo 5 Provinsi Lampung sebagai bagian inheren lapisan rakyat Indonesia menyatakan belasungkawa terdalam kepada seluruh korban meninggal dunia dan luka-luka, ahli musibah, masyarakat Kota Surabaya dan Jawa Timur yang diserang aksi teror, serta seluruh rakyat Indonesia yang turut merasakan sakit atas aksi teror hari ini.

“Mengutuk keras dan tidak dapat menerima praktik teror pengecut dan biadab dalam serangan bom bunuh diri di tiga gereja Kota Surabaya hari ini. Lawan terorisme,” ujarnya.

Bravo 5 juga mendukung penuh tindakan tegas Kepala Negara dalam menjalankan hak dan kewajibannya agar seluruh instrumen negara, mulai Kemenkopolhukam, TNI/Polri, BIN, BNPT, dan Kemenhan, segera melakukan langkah strategis dengan kekuatan penuh melalui saluran pendekatan hukum, politik, ekonomi, sosial dan kebudayaan, serta menggalang kekuatan rakyat terlibat aktif di dalam melawan ideologi dan praktik terorisme.

“Usut tuntas tragedi dan kejahatan kemanusiaan ini,” tegasnya.

Andi mengajak dan menyerukan seluruh rakyat Lampung dan Indonesia, dengan tingkat kewaspadaan lingkungan yang tinggi, untuk bergandengan tangan mengatakan tidak pada terorisme serta melawan teror.

“Kami tidak takut, dan tumpas habis jaringan terorisme di Indonesia sampai ke akar-akarnya,” pintanya.

Pihaknya mendesak pemerintah dan DPR segera mempercepat proses legislasi pengesahan revisi UU Anti-terorisme sebagai payung hukum konstitusional tindakan pencegahan dan pemberantasan tindak pidana terorisme sebagai salah satu kejahatan luar biasa (extra-ordinary crime) dengan penuh cermat, pruden, dan sarat kehati-hatian.

Termasuk meminta Presiden menerbitkan Peraturan Pengganti Undang-undang (Perpu) Anti-terorisme apabila revisi RUU masih lamban disahkan oleh DPR, dengan tetap mengedepankan kehati-hatian, cermat dan tegas.

“Agar tidak ada celah untuk pihak-pihak atau kelompok yang mengambil kesempatan untuk mendiskreditkan pemerintah ataupun agama tertentu apalagi menjelang Pemilu tahun depan,” ucapnya.

Andi menegaskan, aksi teror dan kejahatan kemanusiaan yang terjadi di Indonesia dan di seluruh muka bumi bukanlah atas nama agama apapun. Karena tidak ada satupun agama di dunia yang mengajarkan membunuh sesama manusia dengan alasan apapun.

“Agar tidak menimbulkan preseden mispersepsi publik, tidak dipolitisasi kelompok/golongan tertentu yang ingin mengail di air keruh dan mencegah tekanan internasional sebagai bagian upaya penegakan hukum, menjaga kewibawaan negara, dan kedaulatan negara-bangsa yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa, ber-Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, ber-Persatuan Indonesia, ber-Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, dan ber-Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia,” paparnya.

Selain itu, salah satu tujuan pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam pembukaan UUD 1945 adalah untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia.

“Melawan terorisme adalah perintah konstitusi,” pungkas Andi. (*)


Tags
#Bom
Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID