Bukan hanya Lamteng, Pemkot pun Berurusan dengan PT SMI - RILIS.ID
Bukan hanya Lamteng, Pemkot pun Berurusan dengan PT SMI
El Shinta
Senin | 19/02/2018 22.38 WIB
Bukan hanya Lamteng, Pemkot pun Berurusan dengan PT SMI
Flyover Kemiling-Pramuka yang kini sudah selesai dibangun. Jalan layang ini menghabiskan biaya Rp47 miliar dari dana pinjaman PT SMI. FOTO: RILIS ID/El Shinta

RILIS.ID, – BANDARLAMPUNG - Bukan hanya Pemkab Lampung Tengah (Lamteng) yang berurusan dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Namun, Pemkot Bandarlampung pun ternyata juga mengajukan pinjaman ke BUMN itu. Yang diajukan nilainya sama dengan Pemkab Lamteng yaitu Rp300 miliar.

Bedanya, Pemkot Bandarlampung sekarang sudah menikmati uang segar itu. Sementara, Pemkab Lamteng bermasalah lantaran ada dugaan suap dalam proses pengajuan pinjaman. Bahkan, Bupati non-aktif Mustafa karenanya menjadi tersangka dan berada dalam tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bandarlampung Trisno Andreas menjelaskan, pengajuan pinjaman ke PT SMI harus melewati proses panjang. Mulai persetujuan dari legislator hingga pembuatan peraturan daerah (Perda). 

”Jadi dimasukkan APBD dulu, dibahas oleh DPRD, setelah itu disetujui legislator. Kalau sudah oke, baru masuk APBD dan bisa dibuatkan MoU (memorandum of understanding)-nya dengan PT SMI. Kemudian kita buatkan perda dan bisa dicairkan setelah semua persyaratan terpenuhi," kata Trisno kepada rilis.id saat dihubungi melalui telepon, Senin (19/2/2018). 

Dia menjelaskan, syarat pinjaman sangat banyak. Tapi secara garis besar, pemerintah daerah harus memenuhi the debt service coverage ratio (DSCR) atau rasio utang terhadap pendapatan. ”Ini ada rumus penghitungannya. Kemudian pinjaman telah disetujui DPRD dan telah masuk APBD serta diperdakan," paparnya. 

Dana Rp300 miliar dari PT SMI ii untuk membangun infrastruktur seperti jalan, flyover, dan underpass. Setiap pinjaman, pemkot dikenakan bunga hingga 5,4 persen dengan jangka waktu pembayaran atau masa tenggangnya 1,5 tahun. ”Untuk tenornya atau jangka waktu pinjam lima tahun. Nanti ditanggal 25 Februari kita baru membayar jatuh tempo bunganya. Ketika masa tenggang habis baru dicicil, satu tahun dua kali," terangnya. 

Trisno menambahkan, saat ini pihaknya belum bisa mencicil pembayaran lantaran PT SMI belum mencairkan dana pinjaman secara utuh. "Masih ada 30 persen lagi yang belum cair. Kita kan mengajukan Rp 300 miliar dan disetujui Rp237,350 miliar," tandasnya. (*) 

Editor Gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID