Bunda Paud Lamteng Berharap Budaya Mendongeng Ditingkatkan - RILIS.ID
Bunda Paud Lamteng Berharap Budaya Mendongeng Ditingkatkan
Subrata
Senin | 01/04/2019 16.01 WIB
Bunda Paud Lamteng Berharap Budaya Mendongeng Ditingkatkan
Bunda Paud Lamteng Ellya Lusiana Loekman Djoyosoemarto saat membuka kemah dongeng tingkat nasional. FOTO: ISTIMEWA

RILIS.ID, Lampung Tengah – Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) menjadi tuan rumah Kemah Dongeng Nasional ke-23 yang berlangsung pada 29-31 Maret 2019.

Kegiatan yang diselenggarakan di Taman Hotel Lee Yukum Jaya dibuka oleh Bunda Paud Lamteng Ellya Lusiana Loekman Djoyosoemarto.

Kemah dongeng ini diikuti pengajar Paud, TK, SD, TPA, mahasiswa, orang tua, aktivis anak dan seluruh pihak yang berkecimpung di dunia anak.

Dalam sambutannya, Bunda Paud Lamteng mengatakan kemah dongeng bersama kampung dongeng Indonesia dilaksanakan dalam rangka memberikan untuk belajar teknik bercerita dan metode pengajaran yang menyenangkan secara penuh selama tiga hari dengan penuh kekeluargaan.

“Ditunjuknya Lampung Tengah sebagai tuan rumah merupakan suatu kebanggan tersendiri, karena baru kali inilah kita mendapat giliran kemah dongeng nasional,” katanya.

Ellya juga mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta yang hadir dari berbagai daerah di Indonesia. Tak lupa, istri Bupati Lamteng ini menghaturkan terima kasih kepada ketua dongeng nasional yang telah menunjuk Lampung Tengah sebagai tuan rumah.

“Karena pendidikan melalui dongeng sangat disukai anak-anak. Berbagai pesan mudah diterima oleh anak jika disampaikan melalui dongeng,” ungkapnya.

Menurut dia, mendongeng dapat meningkatkan kecerdasan anak, apalagi dilakukan secara rutin untuk mengakrabkan hubungan antara orang tua dan anaknya.

“Untuk itu, saya mengajak mari kita hidupkan budaya mendongeng untuk memberikan kesan hangat di dalam keluarga kita,” pintanya.

Sementara Ketua Dongeng Nasional Awam Prakoso mengatakan bahwa salah satu tujuan dilaksanakannya kemah dongeng ini untuk belajar teknik mendongeng.

Karena itu menurutnya, orang tua dan guru harus berperan aktif dalam menyajikan cerita yang seru, menarik dan bisa mengajak anak-anak terlibat penuh dengan melibatkan kelima indera mereka.

“Cerita dongeng yang menyenangkan mendorong anak-anak untuk mendengarkan pesan-pesan kebaikan yang terkandung di dalamnya secara ikhlas,” ujarnya. (Advertorial)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID