Celaka! Penumpang Kapal Bakauheni Tidak Dicek Kesehatan - RILIS.ID
Celaka! Penumpang Kapal Bakauheni Tidak Dicek Kesehatan
Agus Pamintaher
Rabu | 25/03/2020 18.25 WIB
Celaka! Penumpang Kapal Bakauheni Tidak Dicek Kesehatan
Plt. Bupati Lamsel Nanang Ermanto didampingi Forkopimda meninjau Pelabuhan Bakauheni, Selasa (24/3/2020). FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ Agus Pamintaher

RILIS.ID, Lampung Selatan – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto, marah bukan main. Hal ini disebabkan oknum petugas KKP dan ASDP Pelabuhan Bakauheni tidak memeriksa penumpang yang turun dari kapal penyeberangan.

Nanang mengetahui hal itu saat mengunjungi Pelabuhan Bakauheni bersama Forkopimda Lamsel, Selasa (24/3/2020).

Kepada penumpang, Nanang menanyakan apakah mereka sudah diperiksa oleh petugas. Namun kompak dijawab tidak.

”Melihat ini, PT ASDP dan KKP tidak siap mencegah penyebaran covid-19 di areal Pelabuhan Bakauheni. Padahal KKP bertanggung jawab terhadap kesehatan penumpang,” kesal Nanang.

Sebagai pintu gerbang Pulau Sumatera dan tempat ke luar masuknya orang dan barang dari Pulau Jawa, Nanang meminta jangan sampai ada kesan pemerintah daerah tidak memiliki kepedulian untuk mencegah atau memutus mata rantai penyebaran virus corona.

”Saya melihat acak-acakan dan KKP kurang persiapan dalam mencegah penumpang yang turun dari kapal. Apalagi ada satu sopir truk dari Bengkulu PDP Corona dan kini dirawat di RSUD Bob Bazar. Jelas ini kecolongan,” tegasnya.

Nanang bersama jajaran Forkopimda juga mengkritisi sikap ASDP yang kurang maksimal menyiapkan langkah-langkah upaya pencegahan covid-19. Padahal virus ini sudah mewabah di berbagai daerah di Indonesia.

Yang lebih membuat Nanang geram, tidak ada petugas seperti dokter maupun perawat jika sewaktu-waktu ada orang yang terinfeksi virus mematikan tersebut. Ruang isolasi yang dipersiapkan juga jauh dari kata memadai. Bahkan, tempat tidur yang berada di ruang isolasi terlihat sudah berkarat.

"Saya meminta kita semua ada kepedulian. Jangan sampai seperti orang dari Jakarta maupun dari daerah lain yang sudah terjangkit, melewati Bakauheni tidak diperiksa. Kita harus segera melakukan tindakan nyata. Jangan banyak-banyak rapat,” pungkasnya.

Kepala Kejaksaan Negeri Kalianda, Hutamrin menyarankan pihak ASDP maupun KKP untuk membuat lorong penyemprotan disinfektan secara sederhana bagi kendaraan maupun penumpang pejalan kaki.

”Untuk kendaraan maupun orang. Ini standar yang paling sederhana untuk pencegahan,” kata Hutamrin. (*)

Editor gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID