Curi Motor demi Gaya Lebih Glamor  - RILIS.ID
Curi Motor demi Gaya Lebih Glamor 
Muhammad Iqbal
Senin | 29/04/2019 14.37 WIB
Curi Motor demi Gaya Lebih Glamor 
Beberapa motor yang menjadi barang bukti ungkap kasus di Polresta Bandarlampung. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/M Iqbal

RILIS.ID, Bandarlampung – Motif pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dilatari beragam faktor. Semula, dorongan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi mendominasi pelaku kejahatan ini. Namun, kini motif itu telah bergeser. Mencuri motor sekadar untuk hidup lebih glamor.

Angka terjadinya curanmor di wilayah hukum Polda Lampung dalam 2,3 tahun terakhir (2017-Maret 2019) memang cenderung menurun. Namun, penurunan itu tidak diimbangi dengan jumlah penyelesaian atau pengungkapan kasusnya. (Berita ini juga bisa dibaca di Koran Rilisid Lampung, Senin 29 April 2019)

Berdasarkan data yang diperoleh dari Polda Lampung, tahun 2017 jumlah curanmor mencapai angka 1.072 kasus. Sementara untuk penyelesaian tindak pidana hanya 568 kasus.

Tahun 2018 jumlah tindak pidana sedikit penurunan yaitu diangka 931. Sedangkan untuk jumlah penyelesaian yaitu 369 tindak pidana.

Dari tahun 2017 dan tahun 2018 adanya penurunan tindak pidana mencapai 15,14%. Untuk penyelesaiannya pun turun hingga 53,9%.

Sementara di tahun 2019, awal Januari hingga Maret mencapai angka 308. Jumlah penyelesaiannya baru 127 kasus.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Lampung AKBP Ruli Andi Yunianto mengatakan, para pelaku curanmor memiliki beragam latar belakang yang kompleks.

“Macam-macam ya. Tapi sekarang ini banyak motif mereka sudah bukan karena faktor ekonomi, melainkan demi kepuasan diri sendiri untuk hidup lebih glamor. Contoh mereka nekat mencuri cuma demi narkoba, mabuk-mabukan atau beli handphone yang mahal,” ujarnya di ruang kerjanya, Jumat (26/4/2019).

Pergeseran motif itu sepertinya sejalan dengan berubahnya latar pendidikan para pelaku. Dulu, mayoritas pelaku putus sekolah.

“Tapi sekarang ini justru didominasi pelaku berpendidikan. Sudah jarang kami berhasil ungkap kasus dan menemukan pelaku yang putus sekolah,” ujarnya.

Mengenai usia para pelaku yang telah berhasil diungkap oleh Polda Lampung, Ruli menjelaskan bahwa rata-rata pelaku masih berusia produktif.

“Kalau yang paling muda itu usia 15 tahun dan yang paling dewasa para pelaku dominan berusia 30 tahun,” tambah Ruli.(*)

Editor Adi Pranoto


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID