Daerah Ini Rawan Pembalakan Liar, Sonokeling Jadi Incaran - RILIS.ID
Daerah Ini Rawan Pembalakan Liar, Sonokeling Jadi Incaran

Minggu | 24/03/2019 18.50 WIB
Daerah Ini Rawan Pembalakan Liar, Sonokeling Jadi Incaran
ILUSTRASI: RILIS.ID

RILIS.ID, Bandarlampung – Perang terhadap pembalakan liar (illegal logging) terus dilakukan. Sejumlah kawasan hutan lindung dan konservasi taman hutan rakyat ditenggarai menjadi tempat favorit para pelaku.

Kawasan rawan pembalakan ilegal itu seperti Pematang Neba, Batutegi, Kotaagung Utara, Tangkut Tebak Way Waya, dan Taman Hutan Rakyat (Tahura) Wan Abdul Rachman.

”Kayu favorit incaran pelaku adalah jenis sonokeling (dalbergia latifolia),” jelas Kepala DInas Kehutanan Lampung Syaiful Bachri melalui Kepala Bidang Perlindungan dan Konservasi Hutan Wiyogo Supriyanto, Minggu (24/3/2019).

Ini terbukti dari penangkapan terhadap tujuh pelaku di Register 28 Pematang Neba, Tanggamus oleh tim gabungan Polisi Kehutanan dan Kepolisian Daerah Lampung.

"Mereka diamankan berikut satu truk berisi kayu sonokeling dan tiga unit sepeda motor," ujarnya.

Selain itu, Senin (18/3/2019) di Batutegi, Polhut dan Mitra KPH (Kesatuan Pengelolaan Hutan) juga menyita 94 balok kayu sonokeling dari Register 39 KPH Batutegi. 

Ada lagi di Register 34 Tangkit Tebak yang berbatasan dengan Desa Sindang Agung, Tanjungraja, Lampung Utara. Masyarakat menghadang truk bermuatan 20 gelondong kayu sonokeling.

Atau, pada Februari 2019 di Register 19 Gunung Betung. Terjadi pembalakan liar yang ditangani petugas Tahura Wan Abdul Rachman dan Balai Gakkum Sumatera, yang saat ini dalam proses penyidikan oleh PPNS Balai Gakkum KLHK. 

Terakhir adalah Sabtu (16/3/2019). Patroli bersama Polhut dan Kodim 0421 Lampung Selatan, beserta Mitra KPH menemukan kayu sonokeling di Pulau Raya, Umbul Solo, Limbungan, dan Sungai Rajasin.

Kayu ini selanjutnya dimusnahkan dengan dirajang oleh tim patroli pada keesokan harinya.

Semua itu menunjukkan maraknya pembalakan liar yang harus diberantas dengan komitmen kuat.

Kasat Polisi Kehutanan Lampung, Amirsyah, menambahkan pihaknya terus melakukan patroli rutin dan secara tiba-tiba agar tidak terbaca oleh para pembalak liar. 

Kegiatan patroli dilakukan dengan melibatkan unsur-unsur TNI dan kepolisian. Sinergi ini menjawab keterbatasan tenaga dan luasnya daerah yang akan dipantau. (*)

 

Editor gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID