Debt Collector Adira Finance Ditikam Konsumen - RILIS.ID
Debt Collector Adira Finance Ditikam Konsumen

Rabu | 25/04/2018 22.55 WIB
Debt Collector Adira Finance Ditikam Konsumen
Kasatreskrim Polresta Bandarlampung, Kompol Harto Agung Nurcahyo saat ekspose kasus penikaman. FOTO: IST

RILIS.ID, Bandarlampung – Seorang debt collector Adira Finance, Zuliyandin (34) ditusuk seorang konsumennya , M Firnanda (22) saat melakukan penarikan motor. 

Kejadian berawal saat korban bersama temannya melintas di Jalan Teuku Umar Kedaton Bandarlampung, Senin (23/4/2018) pukul 12.00 Wib.

Ia melihat pelaku yang merupakan warga Desa Brabasan Kecamatan Tanjungraya Kabupaten Mesuji sedang mengendarai sepeda motor berplat F (Bogor) di wilayah tersebut.

Motor yang dikendarai itu sudah menunggak angsuran selama 9 bulan. Korban tanpa basa-basi langsung menghampiri pelaku. 

Pelaku tidak mau kendaraannya ditarik, karena dia mengaku kendaraan itu milik saudaranya. Akhirnya korban mengajak pelaku ke Kantor Adira Finance di Jalan Gajahmada Bandarlampung.  Pelaku menuruti kemauan korban. 

Setiba di parkiran kantor itu, korban mengajukan berita acara penarikan. Pelaku diminta tandatangan berita acara tersebut. Namun pelaku menolak. Terjadilah adu mulut di parkiran itu. 

Merasa dipaksa, pelaku  dan mengeluarkan pisau di dalam tasnya. Korban sempat berlari ke dalam kantor. Namun, pelaku lebih cepat dan menusuk punggung korban. 

“Securty langsung mengamankan pelak.  Tidak berapa lama datanglah Bhabimkatibmas Polsek Tanjungkarang Timur dan membawa pelaku ke Polsek,” terang Kasatreskrim Polresta Bandarlampung, Kompol Harto Agung Nurcahyo saat ekspose, Rabu (25/4/2018).

Harto mengatakan tim mengamankan barang bukti  satu buah senjata tajam jenis pisau bergagang dan bersarung kayu warna coklat, satu lembar pakaian korban yang berlumuran darah disita milik korban dan satu flashdisk berisi rekaman kejadian penganiyaan di lokasi pakiran Adira Finance

Atas perbuatannya, tersangka yang melanggar pasal 351 KUHP dengan ancaman penjara selama 5 tahun. (*)

Editor Adi Pranoto


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID