Deklarasi di Lampung, Fahri Hamzah: Garbi Lahir karena Kegelisahan - RILIS.ID
Deklarasi di Lampung, Fahri Hamzah: Garbi Lahir karena Kegelisahan
Taufik Rohman
Sabtu | 12/01/2019 15.57 WIB
Deklarasi di Lampung, Fahri Hamzah: Garbi Lahir karena Kegelisahan
Fahri Hamzah bersama pengurus Garbi Lampung. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/Taufik Rohman

RILIS.ID, Bandarlampung – Fahri Hamzah, penggagas ormas Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) mendeklarasikan Garbi Lampung di Hotel Horison Bandarlampung, Sabtu (12/1/2019).

Menurut dia, tahun baru 2019 tentu menjadi harapan bagi suatu masyarakat pada umumnya. Termasuk harapan besar bangsa ini menjadi ke arah lebih baik. Apalagi menuju Indonesia disegani kekuatan kelima di dunia.

Fahri mengatakan lahirnya Garbi ini karena adanya kegelisahan sekaligus memberikan pemaknaan baru setelah 20 tahun demokrasi. Dia menganggap selama ini banyak sekali hal-hal yang mulai terabaikan.

“Mereka menuntut adanya perubahan konstitusi undang-undang dasar, sehingga sekarang adanya otonomi daerah, hingga tingkat desa yakni dana desa," tutur Wakil Ketua DPR RI ini.

Dia juga bercerita tentang perubahan undang-undang hingga saat ini.

“Generasi saya menginginkan tidak ada lagi yang namanya feodalisme," ujarnya.

Sebagai inisiator lahirnya Garbi, Fahri ingin melanjutkan satu rute agar Indonesia tetap pada relnya dan menjunjung tinggi hak-hak asasi manusia.

“Karena kadang-kadang kalau kita sudah jadi pemimpin atau pejabat, kadang kita ingin dihormati orang lain, kulturnya makin egaliter," jelasnya.

“(Garbi) memberi pemaknaan baru setelah 20 tahun berdemokrasi, ada hal-hal yang mulai diabaikan. Ada arah yang mulai menyimpang, ada kesadaran yang dibangun dengan kekeliruan,” sambung Fahri.

Setidaknya, masih kata dia, memang kegelisahan ditemukan di mana-mana.

“Kenapa sekarang adanya sumpah serapah di sosial media, ada yang terang-terangan, ada yang anoname," tandasnya.

Ketua panitia pelaksana Wahyu Agung Putra Pamungkas mengaku ormas Garbi sudah dideklarasikan lebih dari 20 provinsi di Indonesia.

“Lampung, alhamdulillah sudah terbentuk untuk 15 daerah dan satu wilayah," katanya.

Sementara Ketua Koordinator Wilayah Garbi Lampung Agung Bagus P. Putra menyebutkan bahwa Garbi lahir dari sebuah kegelisahan pasca 20 tahun demokrasi dan setelah reformasi ada yang hilang.

"Kita sebagai generasi saat ini harus mengambil dan memberikan solusinya, dengan keadaan bangsa saat ini. Bukan sekedar nyinyir atau komentar," ujarnya.

Menurut Agung, hadirnya Garbi sebagai petunjuk arah bagi pemuda ke depan.

"Gerakan ini adalah gerakan terbuka, organisasi kemasyarakatan, selalu terbuka, mau dia merah, kuning, hijau, karena gerakan ini gerakan ide, kolektivitas, bukan gerakan sesaat," ungkapnya.

Dia mengajak seluruh kalangan untuk optimistis menghadapi kekuatan dunia.

“Kita songsong Indonesia menjadi kekuatan ke lima dunia dan berkontribusi untuk kemanusiaan," pungkasnya. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID