Di Dalam Jaring, Ikan-Ikan Meronta Bersama Plastik - RILIS.ID
Di Dalam Jaring, Ikan-Ikan Meronta Bersama Plastik

Senin | 06/05/2019 10.51 WIB
Di Dalam Jaring, Ikan-Ikan Meronta Bersama Plastik
Pantai Taman Kabarti, Kampung Baru Tiga, Panjang Utara, yang tertutup sampah. FOTO: RILISIDLAMPUNG/ El Shinta

RILIS.ID, Bandarlampung – Puluhan tahun berlalu. Sampah masih saja menutupi pesisir pantai Kota Bandarlampung. Sampai-sampai bau busuk di udara tak lagi mampu mengusik warga sekitar.

Seperti di Pantai Sukaraja Kecamatan Bumiwaras. Pasir putih tak lagi terlihat. Hilang, berganti dengan limbah plastik yang berwarna-warni.

Mayoritas warga di sana adalah nelayan. Sampah bagi mereka adalah tempat menambatkan kapal agar tak terseret ombak.

Saking akutnya, ketika pulang dari melaut pun, mereka harus lebih dulu memisahkan ikan hasil tangkapan dari plastik yang ikut terjaring (berita ini juga dapat dibaca di koran Rilisid Lampung edisi Senin, 6/5/2019).

Salah seorang warga yang tinggal di pesisir Pantai Sukaraja, Bumiwaras, Sugiyo (43) mengatakan, sampah di bibir pantai tersebut bukan dari limbah rumah tangga warga sekitar.

”Sampah-sampah tersebut berasal dari laut dan sungai yang terbawa hingga akhirnya menutupi pantai,” paparnya, Rabu (1/5/2019).

Sedangkan, sampah dari masyarakat dibuang ke tempat pembuangan sampah (TPS) di sekitaran Jl. Yos Sudarso Kecamatan Telukbetung Selatan (TbS).

Menurut Sugiyo, tumpukan sampah itu sudah ada terjadi sejak lebih dari 10 tahun terakhir.

Meski kerap kali dilakukan pengerukan dan pembersihan pesisir pantai, namun sampah tersebut selalu kembali.

”Kalau laut lagi pasang, pasti naik ke sini sampahnya atau tercampur dengan jaring nelayan. Paling sebulan atau dua bulan sekali, saat sampah menumpuk, warga sedikit-sedikit bantu bersihkan,” paparnya.

Paling tidak itulah yang katanya dapat dilakukan oleh warga. Agar sampah tak sampai menggunung.

Kondisi sama terjadi di Kampung Skip, Sukaraja, Bumiwaras. Kampung yang terkenal sebagai sentral pembuatan kerupuk dan kemplang ini berada di pesisir teluk.

Pantai yang bersentuhan langsung dengan pemukiman warga di sana dipenuhi sampah. (*)

Editor gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID