Diberondong soal Pelayanan Publik, Herman HN: Semua Sudah Saya Lakukan - RILIS.ID
Diberondong soal Pelayanan Publik, Herman HN: Semua Sudah Saya Lakukan
El Shinta
Sabtu | 28/04/2018 20.52 WIB
Diberondong soal Pelayanan Publik, Herman HN: Semua Sudah Saya Lakukan
Paslon nomor urut 2, Herman HN dan Sutono saat debat kedua Pilgub Lampung 2018 di Hotel Novotel, Bandarlampung, Sabtu (28/4/2018). FOTO: RILISLAMPUNG.ID/El Shinta

RILIS.ID, Bandarlampung – Cagub nomor urut 2, Herman HN akan meningkatkan pendidikan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan mengoptimalkan fungsi Inspektorat untuk mengikis budaya korupsi dalam pelayanan publik dan reformasi birokrasi.

“Kami akan meningktkan pelayanan perizinan dan non-perizinan melalui aplikasi, ASN harus ditingkatkan pendidikannya, awasi dengan Inspektorat,” kata Herman dalam segmen II debat kandidat Pilgub Lampung di Hotel Novotel, Bandarlampung, Sabtu (28/4/2018) malam.

Cawagub Sutono menimpali bahwa mindset (pola pikir) ASN juga harus berubah untuk menciptakan pelayanan publik secara efektif dan akuntabel.

“Termasuk keteladanan pemimpin dibuktikan dalam wujud yang nyata. Perlu ada koordinasi yang reguler dari pelayanan publik salah satunya kontribusi masyarakat,” ujarnya.

Jawaban paslon nomor urut 2 itu ditanggapi Cawagub nomor urut 3, Chusnunia Chalim alias Nunik yang mempertanyakan esensi birokrasi untuk melayani masyarakat.

Menurut Nunik, birokrat dengan masyarakat itu harus menyatu.

“Pelayanan tidak dibatasi dengan peraturan, jadi esensinya menjadi penting dan administrasi juga lebih mudah,” tuturnya.

Herman HN kemudian menimpali dengan jawaban, “Pelayanan masyarakat harus cepat dan sesuai dengan peraturan, pengawasan harus jelas. Ini akan dilaksanakan ke depan”.

“Pimpinan mencle-mencle dan lambat, enggak disukai masyarakat. Sederhanakan prosedur dan dilakukan secara online. Ini sudah pernah saya laksanakan,” sambungnya.

Sementara Cawagub nomor urut 4, Ahmad Jajuli mempertanyakan pelayanan yang cepat dan harus ada kepastian dengan adanya inovasi. Seperti pengembangan e-government.

“Pelatihan operator akan bisa bermanfaat dengan teknologi saat ini. Perlunya birokrasi yang sederhana dan tidak mahal, tidak mengambil honorer yang mengundang korupsi atau sesuai dengan kebutuhan,” timpal Jajuli.

Herman lagi-lagi memberikan jawaban normatif, “Ini sudah saya lakukan semua di Bandarlampung, pelayanan dilakukan di satu atap dan satu tempat. Seluruh kabupaten dan kota juga akan dibangun gedung yang sama”.

Cawagub nomor urut 1, Bachtiar Basri juga bertanya puaskah pelanggan yang dilayani?

“Pelayanan sudah saya laksanakan di Bandarlampung dan diakui di tingkat nasional, diawasi setiap saat. Dilakukan dengan baik. Pelayanan satu atap juga menjadi solusi,” jawab Herman HN. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID