Didatangi Istri Kedua PNS, Preman, sampai Kepala Daerah - RILIS.ID

Didatangi Istri Kedua PNS, Preman, sampai Kepala Daerah
El Shinta
Rabu, 2018/03/14 08.00
Didatangi Istri Kedua PNS, Preman, sampai Kepala Daerah
Kepala Ombudsman RI Perwakilan Lampung Nur Rakhman Yusuf didampingi Asisten Ombudsman RI Tegar Adiwijaya saat acara Rilis Corner di kantor redaksi Rilislampung.id, Selasa (13/3/2018).FOTO RILISLAMPUNG.ID/El Shinta

RILIS.ID, Bandarlampung – Banyaknya kasus pengaduan yang masuk ke meja Ombudsman RI Perwakilan Lampung ternyata tak melulu soal sengketa tanah atau layanan publik yang membuat pusing kepala. Ombudsman bahkan pernah menerima kasus unik yang menggelitik.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Lampung, Nur Rakhman Yusuf, mengungkapkan dirinya pernah menangani kasus pengaduan istri kedua seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang tak menerima tunjangan sesuai pasal 16 Peraturan Pemerintah (PP) No. 7 tahun 1977.

”Kemarin ada pengaduan istri kedua tidak didaftarkan oleh suaminya yang PNS, dia menuntut itu. Ini kan bagian pelayanan. Masak iya di undang-undang dimungkinkan PNS punya istri dua, tapi kemudian dibagian kesejahteraan tidak diatur,” kata Nur Rakhman saat acara Rilis Corner di kantor Rilislampung.id, Selasa (13/3/2018).

Belum lagi preman yang marah-marah karena merasa Ombudsman menganggu periuk mereka dengan menutup seluruh jembatan timbang di Lampung. ”Kalau oknum aparat langsung mundur begitu tahu kita lembaga negara. Tapi yang preman ya tetap saja maju, ramai waktu itu,” kenangnya.

Mantan anggota Panwaslu Kota Bandarlampung ini juga mengungkapkan pernah didatangi salah satu kepala daerah yang menuntut reward. Hal ini disebabkan, Ombudsman memberikan ”rapor hijau”, sebagai tanda daerah itu telah sesuai prosedur.

”Saya bilang ya nggak ada reward. Ini kan tingkat kepatuhan atas pelayanan yang dilakukan sesuai prosedur. Kalau dilakukan sesuai aturan ya bukan prestasi. Sama saja anak sekolah datang dan pulang tepat waktu, nggak istimewa,” tandasnya. (*)

 

Editor gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)